Ekonomi Mulai Pulih - Champ Resto Ekspansi Tambah Gerai Baru

NERACA

Jakarta – Pasca mencatatkan sahamnya di pasar modal nanti, PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) telah menyiapkan beberapa aksi korporasi. Dimana salah satunya, perseroan berencana kembali melanjutkan strategi ekspansi gerai restoran yang sebelumnya tertunda akibat pandemi.”Adanya pandemi membuat kami berhenti berekspansi. Kami percaya 2022 menjadi titik balik kebangkitan bisnis perseroan,”kata Direktur Utama Champ Resto Indonesia, Ali Gunawan Budiman di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, strategi ekspansi gerai sejatinya dilakukan perseroan sejak 2012. Pada awal ekspansi, perseroan hanya memiliki 40 gerai pada 2010, terus bertumbuh hingga memiliki 276 gerai pada akhir 2021. Kedepan, lanjut Ali, perseroan akan memfokuskan ekspansi gerai pada kota tier dua yang berada di Pulau Jawa. Serta, tier pertama luar Jawa. Khususnya pada gerai Gokana Ramen & Teppan dan juga Raa Cha. Sedangkan untuk restoran dengan merek terbaru yakni Monsieur Spoon, sebanyak 5 gerai dan berfokus pada kota-kota besar.

Menurut Ali, rencana ekspansi tersebut, didasari optimisme membaiknya kondisi bisnis 2022. Sejalan dengan percepatan program vaksinasi yang berhasil menekan jumlah kasus terpapar Covid-19. Selain itu, pada kuartal IV-2021 perseroan berhasil membukukan penjualan yang jumlahnya menyerupai periode yang sama pada kuartal IV-2019 atau saat sebelum pandemi. “Alasan inilah yang membuat Champ Resto memutuskan untuk melakukan IPO, sehingga perbaikan kinerja perseroan dapat berjalan seiring dengan ekonomi yang kembali pulih,” ujarnya.

Sebagi informasi, perusahaan pengelola restoran ternama PT Champ Resto Indonesia Tbk dengan kode ticker ENAK berencana menghimpun dana melalui aksi penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Dalam prospektusnya, Champ Resto menawarkan sebanyak-banyaknya 666,66 juta saham atau setara dengan 30% dari saham yang ditempatkan dan disetor setelah aksi IPO. Saham itu terdiri dari 222,22 juta saham baru dan saham divestasi sebanyak 444,44 juta. Adapun, saham divestasi tersebut beratas nama Barokah Melayu Pte. Ltd.

Harga yang dipatok oleh Champ Resto pada setiap sahamnya yakni berkisar pada Rp 800 hingga Rp 950 per saham. Dengan demikian, apabila aksi ini berjalan lancar perseroan berpotensi meraup dana segar hingga Rp 633,33 miliar. Sesuai rencana, seluruh dana hasil dana dari IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi akan digunakan untuk pembayaran sejumlah utang kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk BNGA) sebanyak 22%.

Kemudian, sekitar 22% untuk melunasi utang kepada Ali Gunawan Budiman dan Barokah Melayu Foods Pte. Ltd., kedua pihak ini adalah pemegang saham perseroan. Lebih lanjut, sebanyak 7% digunakan untuk modal kerja perseroan diantaranya renovasi (fit out) outlet-outlet baru, termasuk pengerjaan elektrikal, mekanikal, dan pengerjaan interior, dalam rangka mempersiapkan outlet-outlet baru agar siap beroperasi. Sekitar 4% untuk keperluan renovasi outlet eksisting dan 3% untuk meningkatkan dapur utama dan sarana penunjang lainnya.

BERITA TERKAIT

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…