CP Prima Targetkan Penjualan Rp 8,5 Triliun

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) memasang  target kinerja penjualan Rp8,5 triliun. Nilai target itu meningkat 5 hingga 10% dibanding tahun 2021. “Target penjualan tersebut sebagian besar tetap berasal dari penjualan pakan, terutama dari peningkatan penjualan pakan hewan kesayangan dan pakan budidaya perikanan,”kata Direktur Utama CPRO, Hendri Laiman di Jakarta, kemarin.

Dengan target penjualan mencapai di atas  dengan EBITDA dibidik sekitar Rp1 trilliun dan laba sekitar Rp500 miliar. Maka untuk mendukung peningkatan penjualan agar terus berlanjut, perseroan menganggarkan belanja modal  sebesar Rp320 miliar pada tahun 2022.

Disampaian Hendri, sebagian besar alokasi belanja modal  adalah untuk membangun fasilitas produksi baru, termasuk pabrik pakan hewan kesayangan, pabrik makanan beku, fasilitas pembenuran udang dan beberapa proyek lainnya. Dirinya menambahkan, sisa belanja modal dianggarkan untuk memelihara fasilitas produksi yang sudah ada. Ada dua proyek belanja yang dalam tahap pembangunan, yaitu fasilitas pabrik pakan hewan kesayangan yang juga bisa memproduksi pakan ikan, dan pabrik makanan olahan.“Kami perkirakan bahwa total investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik pakan hewan kesayangan dan pabrik makanan olahan yang baru ini adalah sekitar Rp400 miliar,”ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, pembangunan pabrik pakan hewan kesayangan dan makanan olahan adalah untuk mengambil potensi pasar yang sedang berkembang pesat. Selain itu, perseroan juga terus meningkatkan kapasitas produksi sejalan dengan yang sudah dilakukan pada beberapa tahun sebelumnya, di mana Perseroan terus meningkatkan kapasitas produksi pakan ikan apung.“Pembangunan belanja modal ini menjadi landasan agar Perseroan tidak melewatkan kesempatan dan peluang pasar di masa depan,”katanya.

Perseroan akan mendorong pertumbuhan bisnis makanan hewan kesayangan sebagai upaya menjaga kestabilan pertumbuhan bisnis, yang selama lima tahun terakhir tetap konsisten menunjukkan pertumbuhan penjualan nya diatas 50% per tahun. Asal tahu saja, pasar dan potensi makanan hewan kesayangan luar biasa baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Apalagi, pada tahun 2021, perseroan sudah muai merambah ke pasar internasional dengan mengekspor perdana ke Brunei Darussalam. Selain dalam negeri, rencana kedepan, Perseroan akan mencoba untuk mengekspor ke beberapa negara lain seperti Malaysia, Thailand dan ASEAN. Hendri mengaku, kontribusi makanan hewan kesayangan terhadap total pendapatan CPRO saat ini mencapai sekitar 14%-15%.

Kedepan, Perseroan berharap akan lebih besar lagi seiring dengan peningkatan kapasitas pasca pabrik baru tersebut rampung."Sebenernya, kami sudah masuk bisnis ini sejak 2017, yaitu suplay makannan ikan hias dan burung. Sekarang, kami menambahkan varian baru yakni makanan untuk anjing dan kucing, karena permintaannya sangat besar,"ungkapnya.

 

BERITA TERKAIT

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…