JFX Catatkan Pecah Rekor - Volume Transaksi Timah Nyaris 8 Juta Lot

NERACA

Jakarta – Jelang tutup tahun 2021, PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange berhasil mencetak rekor harga tertinggi untuk komoditi Timah dan membukukan volume transaksi mendekati angka 8 juta lot,”Transaksi komoditi Timah di JFX terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Tentu tidak lepas dari peran pasar (Penjual / Pembeli) dalam pembentukan harga yang terus semakin membaik, tentunya JFX akan terus mempertahankan dan mengembangkan kinerja ini, dengan memberikan pelayanan dan sistem yang terbaik,”kata Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Jakarta Futures Exchange dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sementara untuk pencapaian volume transaksi di JFX, merupakan keberhasilan bersama dari dukungan banyak pihak. Dibalik pencapaian ini, tidak lepas dari peran pialang dan pedagang dan dukungan kebijakan dari Bappebti serta sinergitas antara JFX dan KBI juga sangat berperan aktif dalam melakukan edukasi serta sosialisasi ke stakeholders, investor dan para pelaku pasar yang semakin dewasa dalam berinvestasi. Sehingga, pencapaian ini dapat terwujud melalui volume transaksi pada tahun 2021.”

Untuk komoditi Timah berdasarkan transaksi tercatat di bulan November (23/11) berhasil memecahkan rekor dengan harga transaksi tertinggi sebesar US$ 40.200 per metric ton (MT). Total transaksi multilateral dan bilateral adalah sebesar 7.822.235 lot. Untuk volume transaksi total multilateral 1.390.445 lot, masih di dominasi oleh komoditi emas dan kopi yang memiliki volume transaksi tertinggi. Dengan komoditi emas menorehkan total volume transaksi hingga 23 November 2021 sebanyak 663.149 Lot. Sedangkan untuk Kopi 530.110 lot.

Total transaksi bilateral sebesar 6.431.615,00 Lot,  didominasi oleh emas, yaitu kontrak Loco London yang mencatat transaksi sebesar 5.427.012 lot. Pencapaian ini juga turut dipengaruhi oleh bimbingan dan arahan serta pengawasan Bappebti yang semakin baik, sehingga animo dan rasa percaya investor menjadi semakin tinggi dalam berinvestasi di PBK melalui JFX.

Hingga akhir tahun 2021, JFX optimis akan terus dapat berkembang, tidak hanya volume transaksi tetapi dengan terus berupaya meningkatkan kualitas transaksi, pelayanan kepada member serta seluruh stakeholder dan masyarakat umum. Dengan terus melakukan langkah-langkah strategis, menguatkan sinergi dengan para anggota bursa dan juga tidak henti melakukan beragam sosialisasi dan edukasi baik secara fisik, yang tentu mematuhi anjuran prokes dari pemerintah dan via online. Di tahun depan, JFX menargetkan volume transaksi bisa meningkat menjadi 12 juta lot seiring dengan adanya tambahan anggota bursa, pertambahan komoditas, serta makin teredukasinya masyarakat terkait perdagangan berjangka.

Paulus Lumintang pernah bilang, realisasi transaksi di JFX terus tumbuh dan diharapkan sampai akhir tahun ini bisa capai 11,1 juta lot. “Cara menggenjot transaksi, dengan turun ke bawah, mendatangi anggota bursa di daerah,” ujarnya.

 

BERITA TERKAIT

Tidak Bergantung Pada PMN - Sejumlah BUMN Bakal IPO dan Rights Issue di 2022

NERACA Jakarta – Belajar dari kesuksesan pelaksanaan IPO Mitratel yang merupakan anak usaha dari PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan…

Indocement Buyback Saham Rp 3 Triliun

NERACA Jakarta – Jaga likuiditas harga saham di pasar, emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) berencana melakukan pembelian…

Petrosea Kantungi Proyek Bauksit di Kalbar

Di penghujung tahun 2021, PT Petrosea Tbk (PTRO) menandatangani kerja sama dengan PT Mekko Metal Mining dan PT Perkasa Investama…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Tidak Bergantung Pada PMN - Sejumlah BUMN Bakal IPO dan Rights Issue di 2022

NERACA Jakarta – Belajar dari kesuksesan pelaksanaan IPO Mitratel yang merupakan anak usaha dari PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan…

Indocement Buyback Saham Rp 3 Triliun

NERACA Jakarta – Jaga likuiditas harga saham di pasar, emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) berencana melakukan pembelian…

Petrosea Kantungi Proyek Bauksit di Kalbar

Di penghujung tahun 2021, PT Petrosea Tbk (PTRO) menandatangani kerja sama dengan PT Mekko Metal Mining dan PT Perkasa Investama…