Optimisme Pandemi Bakal Berlalu - Matahari Berencana Buka Dua Gerai Baru

NERACA

Jakarta –Melandainya angka penyebaran Covid-19 dan komitmen pemerintah percepatan vaksinasi, menjadi optimisme bagi PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bahwa pandemi ini akan segera berlalu dan berharap membawa perbaikan pada kinerja perseroan. Bahkan perseroan sendiri menyampaikan rencana membuka dua toko baru di paruh kedua tahun ini.

Kata Chief Financial Officer LPPF, Niraj Jain mengatakan, perseroan akan menginvestasikan sekitar Rp200 miliar untuk belanja modal atau capex. Dimana dalam pipeline perseroan berencana akan membuka dua toko baru di paruh kedua tahun ini. “Hingga saat ini, perseroan telah menyerap belanja modal Rp40 miliar dan telah digunakan untuk membuka toko baru, renovasi sejumlah toko yang ada, dan untuk pengeluaran rutin,”ungkapnya di Jakarta, pekan lalu.

Disampaikannya pula, perseroan juga akan melakukan renovasi di sejumlah toko yang ada. LPPF akan melakukan renovasi di lebih dari 10 gerai pada paruh kedua ini. Oleh karena itu, sebagian besar investasi perseroan dalam belanja modal akan digunakan untuk membuka toko baru atau melakukan perbaikan di toko yang ada.

Sementara itu, Chief Executive Officer LPPF Terry O'Connor menuturkan, LPPF masih melihat Indonesia sebagai wilayah dengan peluang baru untuk ekspansi, baik secara fisik maupun digital. "Matahari telah hadir secara luas dan dekat dengan pelanggan. Merek kami dapat dan akan terus diperluas baik secara jangkauan di seluruh wilayah, maupun dalam berbagai saluran," ujar Terry.

LPPF melihat banyak kesempatan yang bisa dimiliki perseroan, terutama di daerah yang belum dijangkau. Hal ini akan sangat tergantung bagaimana perseroan bisa menghadirkan toko yang omni enabled atau menyediakan berbagai macam saluran yang tersambung dengan toko tersebut.

Menurut analis Mirae Asset Sekuritas, Christine Natasya seperti dikutip investor menyebut, rencana LPPF membuka gerai baru pada 2022 dengan margin EBITDA yang lebih tinggi akan menjadi katalis utama saham LPPF. "Target harga baru kami sebesar Rp3.000 didasarkan pada price earning ratio (PER) 2021 sebesar 12 kali,"jelasnya.

Mirae Asset juga melihat harapan yang meningkat pada strategi internal perseroan, dimana saat ini berada di jalur yang benar. Menurut Christine, inisiatif digital menjadi masa depan department store. Dia juga mencatat, sejak awal tahun, LPPF telah melakukan penutupan 38 gerai yang dianggap tidak lagi memberikan keuntungan besar bagi perseroan. Menurut Mirae Asset, ke-38 gerai tersebut hanya berkontribusi terhadap 8,4% pemasukan dan 2,1% laba. Adapun hingga semester I/2021 ini, Matahari Department Store mencatatkan lonjakan pendapatan dan mampu membalikkan kerugian di semester I/2020.

BERITA TERKAIT

PT Timah Siap Bayar Obligasi Rp 16,27 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Timah Tbk (TINS) bakal segera membayarkan obligasi dengan total senilai Rp16,27 miliar. Perseroan…

Transaksi Pasar Timah Ditaksir Capai Rp 800 Miliar

NERACA Jakarta- Tahun ini, PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) optimistis transaksi pasar fisik timah bisa mencapai Rp800 miliar, dari realisasi…

Investasikan Dana Rp 1,76 Triliun - BliBli Akuisisi Saham Supra Boga Lestari

NERACA Jakarta –Tren perusahaan starup unicorn IPO, seperti yang dilakukan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan juga bakal dilakukan Gojek dan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

PT Timah Siap Bayar Obligasi Rp 16,27 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Timah Tbk (TINS) bakal segera membayarkan obligasi dengan total senilai Rp16,27 miliar. Perseroan…

Transaksi Pasar Timah Ditaksir Capai Rp 800 Miliar

NERACA Jakarta- Tahun ini, PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) optimistis transaksi pasar fisik timah bisa mencapai Rp800 miliar, dari realisasi…

Investasikan Dana Rp 1,76 Triliun - BliBli Akuisisi Saham Supra Boga Lestari

NERACA Jakarta –Tren perusahaan starup unicorn IPO, seperti yang dilakukan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan juga bakal dilakukan Gojek dan…