Gejala Kanker Prostat yang Harus Diwaspadai

Gejala kanker prostat stadium awal kerap sulit dirasakan. Kanker prostat biasanya tidak menimbulkan gejala apapun sampai kanker telah tumbuh cukup besar untuk memberi tekanan pada tabung yang membawa urine dari kandung kemih keluar dari penis (uretra). Namun, apa itu kanker prostat?

Kanker prostat adalah kanker yang terjadi pada prostat. Prostat adalah kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani yang memberi nutrisi dan mengangkut sperma. Mengutip Mayo Clinic, kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum. Ada beberapa faktor yang menyebabkan naiknya risiko kanker prostat, antara lain:

- Usia: Risiko Anda terkena kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Ini paling umum setelah usia 50 tahun.

- Riwayat kesehatan keluarga: Jika kerabat sedarah, seperti orang tua, saudara kandung atau anak, telah didiagnosis menderita kanker prostat, risiko Anda mungkin meningkat. Juga, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan gen yang meningkatkan risiko kanker payudara (BRCA1 atau BRCA2) atau riwayat keluarga kanker payudara yang sangat kuat, risiko kanker prostat Anda mungkin lebih tinggi.

- Kegemukan: Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat dibandingkan dengan orang yang dianggap memiliki berat badan yang sehat.

Gejala kanker prostat

Mengutip NHS, Gejala kanker prostat dapat meliputi: Buang air kecil lebih sering, Sering buang air kecil di malam hari, Sulit untuk mulai buang air kecil (keragu-raguan), Mengejan atau membutuhkan waktu lama saat buang air kecil, Aliran buang air kecil lemah, Merasa bahwa kandung kemih Anda belum dikosongkan sepenuhnya, Ada aarah dalam urine atau darah dalam air mani, Jika sudah menyebar ke organ lain bisa berefek pada nyeri tulang dan punggung, kehilangan nafsu makan, nyeri pada testis dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Hanya saja, jika Anda mengalami gejala kanker prostat, belum tentu Anda terkena kanker. Banyak pria mengalami pembesaran prostat seiring bertambahnya usia karena kondisi non-kanker yang disebut pembesaran prostat. Segera cek ke dokter jika Anda mengalami gejala kanker prostat.

Di sisi lain, Beberapa program diet mengharuskan konsumsi lemak yang tinggi. Namun hati-hati, diet tinggi lemak ternyata bisa berbahaya untuk kesehatan. "Diet tinggi lemak, kolesterol menyebabkan risiko peningkatan kanker prostat," kata Ketua Prostate Awareness Month sekaligus dokter spesialis urologi dari Universitas Indonesia, Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, dikutip dari Antara.

Sekalipun belum ada studi yang menghubungkan kelebihan lemak dengan risiko kanker prostat, namun mengurangi asupan lemak harian bisa membantu mengontrol berat badan dan menjaga kesehatan jantung.

 

Hal ini juga diungkapkan oleh pakar urologi di Arthur Smith Institute for Urology, Michael Schwartz. Dia mengatakan, diet tinggi lemak hewani dan rendah serat dikaitkan dengan sindrom metabolik yakni kumpulan kondisi termasuk obesitas perut, peningkatan kadar gula darah dan tekanan darah tinggi.

"Sudah lama diketahui jenis diet ini dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung, stroke, dan berbagai jenis kanker," kata dia seperti dikutip dari WebMD. Studi dalam jurnal Cancer Prevention Research pada Juni 2015 menyebut, pola hidup dan diet seperti ini akan meningkatkan risiko kematian pasien kanker.

Kanker prostat di stadium awal biasanya tak dirasakan. Namun gejala akan mulai muncul ketika sudah menyebar ke organ lainnya. Gejala yang dikeluhkan meliputi gangguan berkemih, adanya darah pada urin atau air mani, disfungsi ereksi, sakit pada pinggang, punggung dan tulang iga, kelemahan pada tungkai atau kaki dan ketidakmampuan mengontrol kandung kemih.

Kanker prostat juga dapat menyebar ke organ-organ terdekat, seperti kandung kemih, tulang atau organ lain. Kanker prostat yang menyebar ke tulang dapat menyebabkan nyeri dan patah tulang.

Para pakar urologi termasuk di Indonesia saat ini berupaya mendeteksi kanker prostat lebih dini. Deteksi bisa dilakukan pada pria mulai usia 50 tahun dan bisa dimulai pada usia 40 tahun apabila ada riwayat keluarga yang memiliki kanker prostat."Setelah melakukan diagnosa pada pasien, pasien yang terdiagnosa mengidap kanker prostat harus menjalani beberapa terapi tergantung pada stadium apa kanker ini terdiagnosa," kata Agus.

BERITA TERKAIT

Stok Darah Menipis, PMI Ajak Masyarakat Donor Darah

  Pembatasan mobilitas dan kekhawatiran akan penularan virus, menimbulkan berkurangnya jumlah pendonor darah selama pandemi, baik secara nasional maupun global.…

Digitalisasi Layanan Kesehatan - Telkom Dukung Unpad Menuju Hybrid University

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung memberikan dampak yang cukup besar terhadap pertumbuhan tingkat adopsi digital masyarakat sekaligus perilaku pelanggan. Pada…

Gunakan Teknologi Canggih - VIUUM Berikan Pengalaman Baru Beli Kacamata

Perluas penetrasi pasar, perusahaan retail kacamata terbaru, VIUUM resmi membuka gerai pertamanya di Pondok Indah Mall 2 pada awal September…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Stok Darah Menipis, PMI Ajak Masyarakat Donor Darah

  Pembatasan mobilitas dan kekhawatiran akan penularan virus, menimbulkan berkurangnya jumlah pendonor darah selama pandemi, baik secara nasional maupun global.…

Digitalisasi Layanan Kesehatan - Telkom Dukung Unpad Menuju Hybrid University

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung memberikan dampak yang cukup besar terhadap pertumbuhan tingkat adopsi digital masyarakat sekaligus perilaku pelanggan. Pada…

Gunakan Teknologi Canggih - VIUUM Berikan Pengalaman Baru Beli Kacamata

Perluas penetrasi pasar, perusahaan retail kacamata terbaru, VIUUM resmi membuka gerai pertamanya di Pondok Indah Mall 2 pada awal September…