Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Di semester pertama 2021, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan penurunan produksi nikel dalam matte, “Pada kuartal kedua tahun ini, perseroan memproduksi 15.058 ton nikel atau turun 1% dari 15.198 ton pada kuartal pertama 2021 dan 20% lebih rendah dari 18.701 ton kuartal kedua 2020,”kata CFO Vale Indonesia, Bernardus Irmanto dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, volume produksi lebih rendah karena beberapa aktivitas pemeliharaan yang terencana di pabrik pengolahan. Secara total, volume produksi pada semester I/2021 mencapai 30.246 ton, turun 17 persen dari 36.315 ton pada semester I/2020. Penurunan itu disebabkan aktivitas pemeliharaan dan kadar nikel yang lebih rendah pada kuartal I/2021.

Bernardus menyebutkan, Vale Indonesia mempertahankan target produksi setahun penuh pada level 64.000 ton pada 2021. Sementara itu, Vale Indonesia bersama dua mitra kerja, Taiyuan Iron & Steel (Grup) Co., Ltd (Taigang) dan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai), resmi tanda tangani perjanjian untuk fasilitas pengolahan nikel Bahodopi. Perjanjian ini ditandatangani oleh Febriany Eddy, CEO Vale Indonesia di Jakarta, Wei Chengwen, Presiden Taigang dan Wang Wenlong Ketua Xinhai Technology di Shanghai.

Tanda tangan ini disaksikan baik langsung maupun online oleh Eduardo Bartolomeo, CEO Vale, Chen Derong, Ketua China Baowu, Wang Wenguang, Ketua Dewan Xinhai Technology dan Mark Travers, Presiden Komisaris Vale Indonesia, dan Wakil Presiden Eksekutif untuk Base Metals dengan Vale. Dalam Perjanjian Kerangka Kerjasama ini, INCO, Taigang dan Xinhai telah menyepakati secara prinsip hal-hal utama terkait proyek tersebut."INCO, Taigang dan Xinhai akan membentuk perusahaan patungan [JV Company] untuk membangun fasilitas pengolahan nikel di Xinhai Industrial Park, Morowali, Sulawesi Tengah," jelas Chief Executive Officer Vale Indonesia Febriany Eddy.

Perusahaan patungan akan membangun delapan lini pengolahan feronikel rotary kiln-electric furnace dengan perkiraan produksi sebesar 73.000 metrik ton nikel per tahun beserta fasilitas pendukungnya. Selain itu, semua Pihak menyetujui bahwa INCO akan memiliki 49% saham JV Co dan mitra akan memiliki 51% saham. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan produksi sekitar 64 ribu ton dengan merencanakan membangun kembali salah satu tanur listrik. Prospek PT Vale Indonesia Tbk kedepan tetap cerah dalam jangka panjang, seiring dengan tren penguatan harga nikel global. Prospek tersebut juga didukung oleh sejumlah ekspansi perseroan guna mendongkrak kinerja keuangan ke depan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Stefanus Darmagiri pernah bilang, bisnis nikel tetap bersinar ke depan, meskipun terjadi penurunan harga jual komoditas tersebut pada 2020. Namun, pada 2021, harga jual nikel diperkirakan pulih dan meningkat, sehingga laba bersih Vale Indonesia tahun ini diharapkan lebih baik. Ekspektasi harga jual yang lebih baik mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target rata-rata harga jual nikel tahun ini dari US$ 17 ribu per ton menjadi US$ 18 ribu per ton. Sedangkan proyeksi rata-rata harga jual nikel tahun 2022 dipertahankan sebesarUS$ 18 ribu per ton.

 

 

BERITA TERKAIT

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Beragam Promo Spektra Fair Hadir di 50 Kota Besar

Genjot pertumbuhan bisnis di tengah pandemi Covid-19, PT Federal International Finance (FIFGROUP) terus perluas jangkauan bisnisnya lewat salah satu pameran…

Jangkau Luas Layanan Kesehatan - Kolaborasi BUMN Healthcare Luncurkan Aplikasi FitAja

Perluas pelayanan kesehatan di era digital saat ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dengan beberapa BUMN yang bergerak…

Percepatan Penanganan Pandemi, BMHS Genjot Vaksinasi

NERACA Jakarta - Data pemantauan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini kembali meningkat. Tidak hanya di pulau Jawa dan Bali,…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Beragam Promo Spektra Fair Hadir di 50 Kota Besar

Genjot pertumbuhan bisnis di tengah pandemi Covid-19, PT Federal International Finance (FIFGROUP) terus perluas jangkauan bisnisnya lewat salah satu pameran…

Jangkau Luas Layanan Kesehatan - Kolaborasi BUMN Healthcare Luncurkan Aplikasi FitAja

Perluas pelayanan kesehatan di era digital saat ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dengan beberapa BUMN yang bergerak…

Percepatan Penanganan Pandemi, BMHS Genjot Vaksinasi

NERACA Jakarta - Data pemantauan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini kembali meningkat. Tidak hanya di pulau Jawa dan Bali,…