Ketua Komnas Anak Serukan Ibu-Ibu Tolak BPA

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist, Merdeka Sirait menghimbau kepada ibu-ibu untuk menolak BPA. “Saya hanya mengingatkan kepada ibu - ibu  di nusantara bahwa BPA berbahaya, khususya gallon guna ulang. Dimana galon guna ulang itu terjadi migrasi BPA karena di jalan saat pengangkutan terpapar matahari, dilempar - lempar yang membuat terkelupas,”ujarnya di Jakarta, Rabu (9/6).

Begitu juga wadah plastik yang lain juga mengandung BPA. Oleh karena iu, Arist mendesak Badan POM sebagai pemegang regulator peredaran pangan dan obat-obatan untuk memberi label peringatan konsumen pada kemasan plastik yang mengandung BPA.

Sementara itu, menurut Ketua JPKL Roso Daras, edukasi bahaya BPA harus disampaikan kepada ibu - ibu di seluruh Nusantara agar menghindari kemasan yang mengandung BPA sebagai wadah makanan dan minuman untuk bayi, balita dan ibu hamil. Selain itu juga, dirinya senada dengan Arist untuk mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai lembaga pemegang regulator peredaran makanan, minuman dan obat - obatan agar segera memberi label peringatan konsumen pada galon guna ulang supaya tidak dikonsumsi oleh bayi, balita dan janin pada ibu hamil.

Baik JPKL maupun Arist Merdeka Sirait, keduanya sepakat selain berjuang dengan mendesak ke BPOM dan juga secara bertahap mengedukasi ibu - ibu agar mengetahui akan bahaya BPA. “Nantinya ibu - ibu yang sudah paham akan bahaya BPA menjadi agen perubahan yang akan menularkan kepada ibu - ibu yang lain,”kata Roso Daras.

Asal tahu saja, perjuangan JPKL dalam rangka meminta kepada BPOM supaya bersedia memberi label peringatan konsumen pada kemasan plastik mengandung BPA sudah sejak 5 bulan silam. Namun BPOM tidak segera menindaklanjuti usulan JPKL. Padahal JPKL dalam pertemuan dengan tim BPOM ( Cendekia Sri Murwani,  Direktur Pengawasan Produksi Pangan Olahan)  pada 4 Februari 2021, sudah membawa beberapa bukti pemberitaan baik dari media dalam negeri dan luar negeri tentang bahaya BPA.

Selain itu, pihaknya juga menunjukkan bukti bahwa di luar negeri, seperti Kanada sejak tahun 2010 sudah melarang penggunaan BPA pada kemasan wadah yang bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi bayi dan balita, disusul Eropa, Jepang.

BERITA TERKAIT

Jokowi: Kecepatan Vaksinasi Tentukan Keberhasilan Atasi Pandemi

Berlomba dengan waktu, pemerintah terus mengejar percepatan vaksin guna menekan penyebaran virus corona atau Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan,…

Lewat Mata Uang Mentimun - Hendrick Ikut Rayakan Hari Mentimun Dunia

Rayakan hari mentimen dunia yang merupakan perayaan tahunan, perusahaan minuman Hendrick’s & Tonic ikut berpartisipasi dimulai sejak tanggal 18-19 juni…

Satlantas Polres Metro Bekasi Berikan Layana Vaksin dan Swab Gratis

Di sela-sela rutinitas pelayanan publik perpanjangan Surat Izin Mengemudi Keliling (Simling),  Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi turut menyediakan layanan…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Jokowi: Kecepatan Vaksinasi Tentukan Keberhasilan Atasi Pandemi

Berlomba dengan waktu, pemerintah terus mengejar percepatan vaksin guna menekan penyebaran virus corona atau Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan,…

Lewat Mata Uang Mentimun - Hendrick Ikut Rayakan Hari Mentimun Dunia

Rayakan hari mentimen dunia yang merupakan perayaan tahunan, perusahaan minuman Hendrick’s & Tonic ikut berpartisipasi dimulai sejak tanggal 18-19 juni…

Ketua Komnas Anak Serukan Ibu-Ibu Tolak BPA

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist, Merdeka Sirait menghimbau kepada ibu-ibu untuk menolak BPA. “Saya hanya mengingatkan kepada ibu - ibu …