Pendapatan Bersih Indocement Naik 2,2%

Pendapatan bersih PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) tumbuh 2,2% menjadi Rp 3,4 triliun di kuartal satu 2021 dibandingkan priode yang sama tahun lalu.”Tahun lalu pendapatan bersih sebesar Rp3,3 triliun sebagai dampak dari kombinasi volume penjualan yang lebih tinggi walau harga jual flat dan cenderung lebih rendah," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indocement, Antonius Marcos di Citeureup, Bogor,  kemarin.

Perusahaan produsen semen merk Tiga Roda itu jufa membukukan peningkatan penjualan domestik sebesar 3,7% menjadi 4,1 juta ton pada kuartal I tahun 2021 atau naik 147 ribu ton dibanding penjualan pada periode yang sama di tahun lalu. Namun, beban pokok pendapatan Indocement pada kuartal I tahun 2021 meningkat 1,7% dari Rp2,2 triliun menjadi Rp2,3 triliun.

Kata Antonius, disebabkan oleh peningkatan pada volume penjualan diimbangi dengan biaya beban pokok per ton yang lebih rendah sebagai dampak dari peningkatan efisiensi yang berkelanjutan termasuk peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif dan batu bara berkalori rendah dari periode tahun lalu meskipun ada peningkatan pada harga jual batubara beberapa bulan ini.

Sehingga, Indocement membukukan pendapatan keuangan bersih yang lebih rendah 43,6% dari Rp67,7 miliar pada kuartal I tahun lalu, menjadi Rp38,2 miliar di tahun ini, disebabkan oleh penurunan suku bunga yang berlanjut sejak tahun 2020.

Kemudian laba periode berjalan pun menurun 12,3% menjadi Rp351,3 miliar pada kuartal I tahun 2021 dibandingkan kuartal tahun lalu senilai Rp400,4 miliar yang utamanya disebabkan oleh penurunan pendapatan keuangan bersih. Meski begitu, Antonius optimistis pertumbuhan positif akan terus berlanjut di tahun 2021. Pasalnya, permintaan semen domestik nasional telah mengalami pertumbuhan positif sejak bulan Februari 2021 dan cenderung menguat pada bulan Maret lalu.

Di samping itu, pihaknya juga menyambut baik instruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkaot penggunaan Semen Hijau (beton) dalam proyek-proyek Infrastruktur dan pemerintah lainnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Ramadan, Pembiayaan Home Credit Naik 3,5 Kali Lipat

Selama bulan Ramadan tahun ini, PT Home Credit Indonesia (Home Credit) berhasil mencetak kinerja pembiayaan yang jauh lebih baik dibandingkan…

BTN Dukung Usulan Pengembang Perpanjang Relaksasi PPN

Industri properti khususnya perumahan terus menggeliat sejak awal tahun hingga saat ini. Bahkan pada kuartal kedua tahun ini angka penjualan…

Perkuat Modal, MNC Bank Tunda Dividen

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) atau MNC Bank memutuskan untuk tidak membagikan dividen…

BERITA LAINNYA DI

Ramadan, Pembiayaan Home Credit Naik 3,5 Kali Lipat

Selama bulan Ramadan tahun ini, PT Home Credit Indonesia (Home Credit) berhasil mencetak kinerja pembiayaan yang jauh lebih baik dibandingkan…

BTN Dukung Usulan Pengembang Perpanjang Relaksasi PPN

Industri properti khususnya perumahan terus menggeliat sejak awal tahun hingga saat ini. Bahkan pada kuartal kedua tahun ini angka penjualan…

Perkuat Modal, MNC Bank Tunda Dividen

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) atau MNC Bank memutuskan untuk tidak membagikan dividen…