Daging Beku Impor Siap Amankan Stok Lebaran

NERACA

Jakarta – Terjadinya kenaikan harga daging menjelang Idul Fitri, karena harga daging sapi hidupnya yang sudah mahal. Bahkan di RPH sendiri dari segi ketersediaan sapinya cukup, hanya memang harga sapi hidup sudah naik, sehingga harga daging di pasar eceren juga mengalami kenaikan.

"Untuk mengatasi hal tersebut, kami  menggencarkan gelar pangan murah daging sapi beku. Kami siapkan daging sapi beku dalam jumlah yang cukup di Pasar Mitra Tani yang tersebar di Jabotabek. Bahkan dapat dipesan secara online dengan free ongkir," ujar Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Risfaheri.

Sementara itu pada tingkat distributor, daging sapi yang terdapat pada cold storage yang merupakan daging sapi beku impor yang berasal dari berbagai negara diantaranya Australia, New Zealand, India dan Amerika. Salah satu distributor yang dikunjungi tim adalah PT Suri Nusantara Jaya, yang berlokasi di Jl. Raya Kranggan, Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi.

“Daging sapi yang dimiliki saat ini sekitar 1.290 ton, dan daging kerbau 491 ton, dengan jangkauan pemasaran ke seluruh Indonesia, kami siap mendukung terpenuhinya kebutuhan masyarakat.” ujar Sulaeman, staf bagian impor PT Suri Nusantara Jaya yang ditemui saat kunjungan.

Distributor lain yang juga menjadi lokasi kunjungan adalah Indogizi Ciputat, PT Mega Internasional Sejahtera, PT Berkat Mandiri Prima, dan PT Harjaya Mulia Abadi (EATMEAT).

Sehingga dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa kondisi ketersediaan pasokan daging sapi untuk kebutuhan masyarakat menyambut Idul Fitri 1442 H dijamin aman.

"Saat ini BKP (juga) terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan di antaranya dengan melakukan kunjungan langsung pada beberapa Rumah Potong Hewan (RPH) dan Distributor di wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya untuk melihat stok daging sapi yang ada saat ini," ujar Risfaheri.

 Mengingat permintaan daging sapi yang terus meningkat, Risfaheri meminta masyarakat untuk tidak perlu merasa khawatir akan ketersediaan daging sapi untuk pemenuhan kebutuhan Lebaran.

 “Masyarakat tidak perlu khawatir, dari hasil kunjungan tim kami terpantau ketersediaan daging sapi dipastikan cukup hingga lebaran nanti,” tambah Risfaheri.

Risfaheri mengakui, pihaknya memastikan kondisi ketersediaan pasokan dan harga daging sapi aman usai melakukan kunjungan ke RPH Bubulak. Selain itu, juga dilakukan pemantauan kondisi ketersediaan daging sapi ke RPH yang berada di wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya seperti RPH di Jakarta, RPH Bogor, RPH Cibinong, RPH Jati Mulya-Bekasi, RPH Harapan Baru – Bekasi, RPH Bayur – Karawaci, UPT RPH Ciputat- Tangerang Selatan, RPH Ruminansia Ciroyom- Kota Bandung, dan UPT RPH Bandung Barat.

Tercatat dari hasil pantauan ketersediaan daging sapi berada pada kondisi aman. Untuk harga daging sapi (karkas) di tingkat RPH bervariasi mulai dari Rp 96.000,-/kg sampai Rp 103.000,-/kg untuk sapi lokal, dan Rp 100.000,-/kg hingga Rp 104.000,-/kg untuk sapi impor. Terjadinya variasi harga ini tergantung dari kondisi dan kualitas sapi itu sendiri, serta biaya jasa pemotongan yang juga berbeda di setiap RPH.

 Harga daging sapi memang diramalkan akan terus mengalami pergerakan seiring naiknya permintaan dari masyarakat, namun kenaikan tersebut masih dalam batas yang wajar. Untuk di RPH Bayur-Karawaci misalnya, pada hari biasa rerata jumlah sapi yang dipotong per hari sebanyak 35 ekor namun mendekati lebaran diprediksi akan terjadi peningkatan sebesar 7-8 kali lipat atau sekitar 250 ekor sapi akan dipotong untuk memenuhi permintaan konsumen.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah menegaskan pasokan daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan sampai dengan Idul Fitri 2021 aman.

"Harapan kami di Ramadan sampai Idul Fitri nanti kebutuhan pangan betul-betul tersedia. Kami melaporkan setiap saat kepada presiden tentang persediaan sebelas komoditi yang ada," kata Syahrul.

Syahrul pun mengakui pada saat Ramadan hingga Idul Fitri permintaan daging akan tinggi yang berdampak pada harganya yang naik.

Guna menyikapi permintaan daging sapi serta kebutuhan pangan lain yang meningkat selama Ramadahan dan jelang Iduli Fitri, Kepala BKP Agung Hendriadi mengatakan, pihaknya melakukan beragam upaya antisipatif agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhannya.

Upaya yang dilakukan untuk pengamanan stabilisasi pasokan dan harga pangan diantaranya dengan mengadakan Gelar Pangan Murah (GPM) melalui Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Centre di seluruh provinsi.

Harapannya GPM ini menjadi solusi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau.

BERITA TERKAIT

Pertamina Optimalkan Investasi untuk Pengelolaan Energi Nasional

NERACA Jakarta - Upaya PT Pertamina (Persero) untuk menjalankan perannya sebagai pengelola energi nasional terus dioptimalkan melalui strategi investasi yang…

Memacu Industri Mainan Anak - Ekspor Menembus USD320 juta

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri mainan anak di tanah air semakin meningkatkan inovasi…

Memacu Industri Mainan Anak - Ekspor Menembus USD320 juta

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri mainan anak di tanah air semakin meningkatkan inovasi…

BERITA LAINNYA DI Industri

Pertamina Optimalkan Investasi untuk Pengelolaan Energi Nasional

NERACA Jakarta - Upaya PT Pertamina (Persero) untuk menjalankan perannya sebagai pengelola energi nasional terus dioptimalkan melalui strategi investasi yang…

Memacu Industri Mainan Anak - Ekspor Menembus USD320 juta

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri mainan anak di tanah air semakin meningkatkan inovasi…

Memacu Industri Mainan Anak - Ekspor Menembus USD320 juta

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri mainan anak di tanah air semakin meningkatkan inovasi…