Ajaib Group Raih Pendanaan US$90 Juta

 

NERACA

Jakarta - Ajaib Group, perusahaan pemilik aplikasi investasi mengumumkan telah menutup putaran pendanaan Seri A dengan total $90 juta. Ini adalah pendanaan Seri A terbesar se-Asia Tenggara dalam sejarah. Perusahaan yang baru berusia 2 tahun ini sebelumnya mengonfirmasi pendanaan pertama pada putaran Seri A senilai $25 juta di bulan Januari lalu. Pendanaan tambahan senilai $65 juta kali ini dipimpin oleh investor fintech ternama Ribbit Capital.

Ajaib Group adalah investasi pertama Ribbit Capital di Asia Tenggara. Ribbit Capital yang dikenal dengan investasi pada fintech unicorn, seperti Coinbase, Affirm dan Revolut, juga memimpin pendanaan pada Robinhood senilai $3,4 miliar pada bulan lalu. Investor lain yang turut berpartisipasi dalam putaran Seri A ini diantaranya adalah Y Combinator Continuity, ICONIQ Capital, Bangkok Bank PLC, serta diikuti oleh investor-investor lama, seperti Horizons Ventures milik Li Ka-Shing, Softbank Ventures Asia, Alpha JWC Ventures dan Insignia Ventures. Beberapa pendiri fintech ternama, seperti David Velez dari Nubank dan SG Lee dari Toss juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan Ajaib Group kali ini.

Managing Partner di Ribbit Capital, Micky Malka mengatakan pihaknya sedang menyaksikan revolusi investasi ritel yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Ajaib berada di garis paling depan dalam revolusi ini dan mereka sedang membangun brand paling terpercaya di Indonesia. Komitmen mereka untuk menyediakan transparansi dan melayani investor milenial Indonesia dengan produk terbaik dapat disandingkan dengan perusahan-perusahan kelas dunia,” katanya, sebagaimana dikutip dalam keterangannya, Selasa (30/3).

Ajaib Sekuritas saat ini menduduki posisi ke-4 broker saham terbesar di Indonesia berdasarkan trading frequency. Hanya dalam waktu 4 bulan, Ajaib Sekuritas telah memproses lebih dari 10 juta transaksi. Hal ini menjadikan Ajaib salah satu perusahaan fintech dengan pertumbuhan terpesat di Asia Tenggara. Dengan produk yang mudah digunakan oleh pemula, Ajaib Sekuritas memfasilitasi pembukaan akun secara online hanya dalam 5 menit, dengan minimum deposit nol rupiah, biaya transaksi terjangkau, dan akses ke analisa komprehensif secara gratis. Pendanaan ini memberikan Ajaib sumber daya finansial untuk terus mengembangkan produk dan meningkatkan kapabilitas teknologi.

Anu Hariharan, Partner di Y Combinator Continuity mengatakan Anderson dan Yada termasuk founder yang paling gigih yang pernah ditemui. “Mereka tidak akan berhenti dan akan terus maju. Ini dibuktikan oleh betapa pesatnya pertumbuhan Ajaib Sekuritas untuk menjadi salah satu broker terbesar di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Anderson Sumarli, CEO Ajaib Group mengatakan misinya adalah untuk menyambut investor generasi baru menuju layanan keuangan yang modern. “Kami percaya pada kekuatan investor-investor muda ritel Indonesia. Kami juga percaya bahwa produk dan edukasi terbaiklah yang akan menang. Ajaib tumbuh dengan pesat secara organik dan kami akan terus berinvestasi pada pengembangan produk serta kampanye edukasi kami,” jelasnya.

Indonesia adalah negara besar dengan populasi lebih dari 270 juta orang dan PDB per kapita lebih dari $4.000. Sayangnya, penduduk Indonesia yang berinvestasi saham tercatat kurang dari 1%. Pada bulan Februari lalu, Ajaib mengumumkan kerja sama besar bersama Bursa Efek Indonesia untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya investasi dan perencanaan keuangan sejak dini. Kerja sama ini difokuskan untuk mengedukasi calon investor yang berada di daerah-daerah yang masih rendah literasi keuangan di Indonesia.

Chandra Tjan, General Partner di Alpha JWC Ventures mengatakan pihaknya senang melihat pertumbuhan pesat Ajaib Sekuritas menjadi salah satu broker saham terbesar di Indonesia hanya dalam waktu 2 tahun. “Ajaib telah mengedukasi jutaan orang Indonesia tentang pentingnya investasi dan kami yakin mereka akan menjadi penggerak utama masa depan Indonesia,” pungkasnya. 

BERITA TERKAIT

Pandemi Ubah Cara Mengelola Keuangan Digital Savvy

NERACA Jakarta - Jenius, solusi life finance untuk masyarakat melek digital (digital savvy) dari Bank BTPN, meluncurkan program #LakukanDenganCaramu. Melalui…

CLFI Berencana Percepat Transisi Energi untuk Indonesia

  NERACA Jakarta - Climate Finance Leadership Initiative (CLFI), sebuah organisasi yang didirikan dan diketuai oleh Utusan Khusus PBB untuk…

Unrealized Loss Disebut Merugikan Negara, Investor Saham BUMN Bakal Kabur

  NERACA Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir, ramai diperbincangkan kasus unrealized loss investasi saham yang dialami PT Asuransi Jiwasraya…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Pandemi Ubah Cara Mengelola Keuangan Digital Savvy

NERACA Jakarta - Jenius, solusi life finance untuk masyarakat melek digital (digital savvy) dari Bank BTPN, meluncurkan program #LakukanDenganCaramu. Melalui…

CLFI Berencana Percepat Transisi Energi untuk Indonesia

  NERACA Jakarta - Climate Finance Leadership Initiative (CLFI), sebuah organisasi yang didirikan dan diketuai oleh Utusan Khusus PBB untuk…

Unrealized Loss Disebut Merugikan Negara, Investor Saham BUMN Bakal Kabur

  NERACA Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir, ramai diperbincangkan kasus unrealized loss investasi saham yang dialami PT Asuransi Jiwasraya…