Outlook Stabil dan Peringkat A-Untuk DSNG

NERACA

Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat perusahaan emiten produsen minyak sawit, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) di posisi A- dengan outlook stabil. Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, peringkat itu diberikan berdasarkan data dan informasi dari perusahaan serta laporan keuangan tidak diaudit per 30 September 2020 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2019. Adapun, peringkat tersebut akan berlaku untuk periode 1 Maret 2021 hingga 1 Maret 2020.

Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra menjelaskan bahwa obligor dengan peringkat A memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan dengan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. “Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan dengan obligor dengan peringkat lebih tinggi,” kata Salyadi.

Sementara itu, tanda minus menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan. Di sisi lain, Pefindo juga menetapkan kembali peringkat A- untuk dua surat utang DSNG, yaitu obligasi berkelanjutan I Dharma Satya Nusantara 2020 dengan nilai maksimum Rp2 triliun dan obligasi berkelanjutan I tahap I seri A dan seri B tahun 2020 senilai maksimum Rp451 miliar.

Sepanjang tahun 2020 kemarin, DSNG mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947 ton. Pencapaian itu lebih tinggi 4,4% dibandingkan dengan realisasi produksi 2019 sebesar 610.050 ton. Peningkatan produksi tersebut disebabkan oleh kenaikan yang juga terjadi di Tandan Buah Segar (TBS) eksternal. Hal itu pun sejalan dengan peningkatan kapasitas pemrosesan dari pabrik baru perseroan di Kalimantan Barat dan perluasan di Kalimantan Timur.

Sebagai informasi, DSNG saat ini memiliki 10 pabrik kelapa sawit (PKS) yang telah beroperasi. Saat ini, perseroan tengah membangun dua PKS baru. Disebutkan, kedua PKS itu ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini. Disebutkan, untuk membangun dua PKS tersebut dan pembangunan pabrik Bio-CNG baru, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure hingga Rp1 triliun yang berasal dari kantong internal dan pinjaman.

Adapun, pada 2020 perseroan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan produksi inti sawit atau palm kernel (PK) menjadi 114.290 ton, naik 8% daripada produksi 2019 sebesar 105.808 ton. Produksi palm kernel oil (PKO) juga naik 8,2% secara year on year menjadi 34.049 ton pada 2020, dibandingkan dengan produksi 2019 sebesar 31.462 ton. Adapun produksi TBS perseroan turun menjadi 2.041.052 ton, turun 7,4 persen daripada produksi 2019 sebesar 2.204.345 ton.

BERITA TERKAIT

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…