GEMS Beri Pinjaman Anak Usaha Rp 100 Miliar

NERACA

Jakarta – Bantu pengembangan bisnis anak usahanya, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melalui anak usahanya, PT Bungo Bara Utama memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar sebesar kepada anak usaha Golden Energy yang lain, yaitu PT Kuansing Inti Makmur. Pinjaman ini akan digunakan untuk belanja modal dan pengembangan usaha anak usaha tersebut.

Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines, Sudin dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, pinjaman yang dikenaikan bunga 9,5% per tahun tersebut akan jatuh tempo pada 31 Desember 2022. "Pinjaman ini akan digunakan oleh Kuansing Inti Makmur untuk pengeluaran modal dan biaya dan prasarana pengembangan batubara,"ujarnya.

Bungo Bara Utama adalah anak usaha tidak langsung Golden Energy Mines melalui Kuansing Inti Makmur. Sedangkan Kuansing Inti Makmur bertindak sebagai pemegang 99% saham Bungo Bara Utama. Hingga kuartal I-2021, Golden Energy Mines menargetkan penambahan saham beredar di publik (free float) menjadi 11,82% dari saat ini 3%. Emiten Grup Sinarmas ini bersiap menawarkan saham baru dan mengutamakan investor domestik ritel untuk menyerap saham baru tersebut.

Sudin menjelaskan bahwa perseroan sudah menyampaikan dokumen sehubungan penambahan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada 3 Desember lalu kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sesuai rencana, dana rights issue akan digunakan untuk keperluan modal kerja, dan tidak ada standby buyer pada aksi ini. "Kami prioritaskan investor domestik ritel. Rinciannya akan kami sampaikan setelah meraih persetujuan OJK,” jelas dia.

Berdasarkan prospektus, Golden Energy akan menerbitkan sebanyak 588,23 juta saham baru dengan rasio 10:1. Harga pelaksanaan akan ditentukan kemudian. Aksi ini telah melewati proses persetujuan pemegang saham pada 12 Agustus lalu. Aksi korporasi ini ditargetkan terlakasana awal tahun ini. Jika rights issue berjalan lancar, maka kepemilikan masyarakat maupun investor publik atas saham perseroan akan bertambah menjadi 11,82% dari sebelumnya 3%.

Sementara kepemilikan pemegang saham lainnya terdilusi, yakni porsi Golden Energy and Resources Ltd menjadi 60,91% dari semula 66,99% dan GMR Coal Resources Pte Ltd menjadi 27,27% dari semula 30%. Peningkatan free float ini merupakan upaya Golden Energy memenuhi ketentuan BEI. Free float perseroan sebenarnya sudah memenuhi aturan minimal 50 juta saham dan dimiliki oleh paling sedikit 500 pemegang. Namun, persentasenya belum memenuhi ketentuan minimal 7,5%. Aktivitas saham perseroan sebelumnya sempat dihentikan sementara (suspensi) oleh BEI lantaran belum memenuhi aturan tersebut.

BERITA TERKAIT

Ratusan Artikel dan Foto Meriahkan Lomba BTN 2021

Antusiasme yang tinggi diperlihatkan oleh para wartawan, pewarta foto dan masyarakat umum dalam memeriahkan Lomba Karya Tulis dan Foto BTN…

Generali Rilis Layanan Tebus dan Antar Obat Ke Rumah

Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi nasabah, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meluncurkan layanan jasa apotek daring hingga ke…

Pemegang Saham Angkat Kembali Pengurus MOLI

Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) atau atau Molindo Group menyetujui untuk…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Ratusan Artikel dan Foto Meriahkan Lomba BTN 2021

Antusiasme yang tinggi diperlihatkan oleh para wartawan, pewarta foto dan masyarakat umum dalam memeriahkan Lomba Karya Tulis dan Foto BTN…

Generali Rilis Layanan Tebus dan Antar Obat Ke Rumah

Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi nasabah, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meluncurkan layanan jasa apotek daring hingga ke…

Pemegang Saham Angkat Kembali Pengurus MOLI

Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) atau atau Molindo Group menyetujui untuk…