Summarecon Bidik Penjualan Rp 3,5 Triliun

NERACA

Jakarta -Optimisme pulihnya perekonomian pasca pandemi Covid-19 menjadi alasan bagi PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mematok pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dibandingkan tahun lalu. Emiten properti ini, menargetkan pendapatan pra penjualan atau marketing sales senilai Rp3,5 triliun pada 2021. Target itu lebih tinggi 6,06% dibandingkan realiasi marketing sales perseroan pada 2020 senilai Rp3,3 triliun.

Direktur Utama Summarecon Agung, Adrianto Adhi seperti dikutip bisnis di Jakarta, kemarin mengatakan, kontributor target prapenjualan tahun ini bisa disumbang oleh produk perseroan di Summarecon Serpong lagi. “Untuk mencapai target itu, perseroan akan menawarkan produk baru di setiap proyek township yang dimiliki dengan landbank saat ini sekitar 2.000 hektare,”ujarnya.

Adrianto mengatakan, produk seharga Rp1,5 miliar-Rp2 miliar akan dikembangkan perseroan seperti mulai dari Bekasi, Serpong, Bogor, Karawang, hingga Makassar. Untuk tahun ini, SMRA disebut akan fokus di produk residensial seharga Rp1,5 miliar-Rp2 miliar yang banyak diminati oleh konsumen kelas menengah tersebut. Dengan relaksasi uang muka (down payment/DP) nol persen yang diberikan pemerintah pekan lalu, Adrianto optimistis permintaan properti khususnya dari end user bakal semakin bergairah.

Pada 2020, SMRA membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp3,3 triliun atau di atas target prapenjualan yang ditetapkan perseroan senilai Rp2,5 triliun, ditopang oleh penjualan produk harga Rp1,5 miliar-Rp2 miliar. Akan tetapi, Adrianto menunjukkan penjualan untuk produk harga di atas Rp2 miliar masih ada. Sehingga SMRA tidak akan meninggalkan produk dengan harga di atas Rp2 miliar tahun ini. Penjualan produk dengan harga Rp2 miliar-Rp7 miliar di SMRA tahun lalu, lanjut Adrianto, masih terjadi dengan pembeli yang memang mampu di beberapa kluster yang ditawarkan perseroan.

Sebelumnya, perseroan menargetkan marketing sales pada 2020 senilai Rp4,5 triliun menyusul kesuksesan perseroan melewati target marketing sales pada tahun sebelumnya Rp4,1 triliun. Namun, target itu direvisi pada pertengahan tahun lalu menjadi Rp2,5 triliun karena perhitungan perseroan terhadap dampak pandemi. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020, Summarecon Agung mencatatkan pendapatan neto senilai Rp3,26 triliun atau turun 26,04% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp4,40 triliun. Kontributor pendapatan utama dari pengembang properti turun 14,93% menjadi Rp2,32 triliun dari sebelumnya Rp2,72 triliun.

Sementara pendapatan berulang (recurring) dari properti investasi anjlok 47,48% menjadi Rp601,66 miliar dari sebelumnya Rp1,14 triliun akibat kebijakan pembatasan sosial. Laba periode berjalan SMRA pun menyusut 92,92% menjadi Rp29,40 miliar dari sebelumnya Rp415,61 miliar. Sementara itu, perseroan membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp12,25 miliar atau kontrak dengan sebelumnya laba Rp314,60 miliar.

 




 




 

BERITA TERKAIT

Ratusan Artikel dan Foto Meriahkan Lomba BTN 2021

Antusiasme yang tinggi diperlihatkan oleh para wartawan, pewarta foto dan masyarakat umum dalam memeriahkan Lomba Karya Tulis dan Foto BTN…

Generali Rilis Layanan Tebus dan Antar Obat Ke Rumah

Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi nasabah, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meluncurkan layanan jasa apotek daring hingga ke…

Pemegang Saham Angkat Kembali Pengurus MOLI

Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) atau atau Molindo Group menyetujui untuk…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Ratusan Artikel dan Foto Meriahkan Lomba BTN 2021

Antusiasme yang tinggi diperlihatkan oleh para wartawan, pewarta foto dan masyarakat umum dalam memeriahkan Lomba Karya Tulis dan Foto BTN…

Generali Rilis Layanan Tebus dan Antar Obat Ke Rumah

Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi nasabah, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meluncurkan layanan jasa apotek daring hingga ke…

Pemegang Saham Angkat Kembali Pengurus MOLI

Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) atau atau Molindo Group menyetujui untuk…