Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA

Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan sukuk sebesar Rp 2 triliun. Penerbitan surat utang ini bertujuan untuk mendukung kegiatan bisnis perusahaan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Rencananya, SMF akan menerbitkan obligasi berkelanjutan V tahap V tahun 2021 dengan nilai Rp 1,9 triliun. Obligasi ini adalah bagian dari obligasi berkelanjutan V dengan nilai total Rp 19 triliun. Pada 2019, perseroan sudah menerbitkan tahap pertama dan kedua dari penerbitan obligasi tersebut dengan nilai Rp 4,2 triliun. Kemudian pada 2020, perseroan menerbitkan lagi bagian ketiga dan keempat dengan nilai Rp 6,11 triliun. Adapun untuk obligasi sebesar Rp 1,9 triliun akan diterbitkan dalam dua seri.

Disebutkan, seri A diterbitkan dengan nilai pokok Rp 1,5 triliun, tingkat bunga 4,75% dan tenor 370 hari. Sedangkan seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 400,66 miliar, tingkat bunga 5,75% dan tenor tiga tahun. Selain menerbitkan obligasi, perusahaan juga akan menerbitkan sukuk sebesar Rp 100,01 miliar. Penerbitan sukuk ini bagian dari sukuk mudharabah berkelanjutan I dengan nilai total Rp 2 triliun. Perseroan sudah menerbitkan bagian pertama dan kedua dari sukuk mudharabah tersebut pada 2019 dan 2020 dengan nilai Rp 446 miliar.

Pada penerbitan surat utang ini, SMF menunjuk PT BCA Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Indonesia, PT Maybank Kim Eng Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sementara PT Bank Mandiri Tbk bertindak sebagai wali amanat. Sesuai rencana, masa penawaran umum obligasi akan dilakukan pada 4-5 Februari 2021. Penjatahan pada 8 Februari 2021. Distribusi secara elektronik pada 10 Februari 2021 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Februari 2021. Dana dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk menggantikan sebagian dana ekuitas yang disalurkan sebagai pinjaman kepada penyalur KPR.

Per 30 September 2020, pinjaman yang sudah disalurkan kepada penyalur KPR mencapai Rp 5,53 triliun. Begitu juga dana penerbitan sukuk akan digunakan untuk menggantikan dana ekuitas yang disalurkan untuk pembiayaan sekunder melalui unit usaha syariah. Adapun tahun ini, SMF akan menerbitkan surat utang sebesar Rp 9,35 triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan penerbitan surat utang pada 2020 yang mencapai Rp 7,26 triliun. Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman seperti dikutip investor daily pernah mengatakan, penerbitan surat utang sebesar Rp 9,35 triliun tersebut akan dilakukan beberapa kali dalam tahun ini. "Biasanya kami bagi per triwulanan dan disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan," jelasnya.

Jenis surat utang yang akan diterbitkan, menurut Trisnadi akan lebih banyak berbentuk obligasi daripada medium term notes (MTN). Hal ini juga disesuaikan dengan perkembangan pasar ke depannya. Lebih lanjut, pada awal 2021 ini, SMF mencatatkan efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP) senilai Rp 576,34 miliar. Efek ini memiliki tingkat bunga 6,5% per tahun dan memiliki tenor tiga tahun.

BERITA TERKAIT

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…

Investasi Tidak Sekedar Ikutan - Bareksa Edukasi Smart Investing di Kalangan Milenial

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan investor pasar modal dan juga meningkatkan literasi investasi di pasar,  Bareksa sebagai marketplace investasi menggandeng…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…

Investasi Tidak Sekedar Ikutan - Bareksa Edukasi Smart Investing di Kalangan Milenial

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan investor pasar modal dan juga meningkatkan literasi investasi di pasar,  Bareksa sebagai marketplace investasi menggandeng…