Tarik Modal Anak Usaha - Indospring Raih Modal Segar Rp 33,75 Miliar

NERACA

Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Indospring Tbk (INDS) akan menerima dana sebesar Rp33,75 miliar dari hasil penurunan modal anak usaha, PT Indobaja Primamurni. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Setelah penarikan modal tersebut, perseroan tetap menguasai sebanyak 33.775.000 lembar saham atau 96,5% porsi saham PT Indobaja senilai Rp33,775 miliar. Sedangkan sisanya, atau 1.225.000 lembar saham atau setara dengan 3,5% porsi saham anak usaha itu dipegang oleh PT Indra Putra Mega. Ditegaskan, penurunan modal disetor anak usaha itu sejalan dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan INDS pada tanggal 15 Juli 2020 lalu.

Padahal, kas setara kas di akhir periode 30 September 2020 lalu tercatat sebesar Rp242,05 miliar. Adapun arus kas neto dari aktvitas operasional perseroan periode 30 September 2020 tercatat sebesar Rp235,8 miliar. Sebagai informasi, di kuartal tiga 2020, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp35,25 miliar atau turun 12,35% dibanding akhir kuartal III 2019 yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp40,22 miliar.

Disebutkan penjualan bersih pada akhir kuartal III tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,163 triliun atau turun 26,34% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp1,579 triliun. Tapi beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp988,09 miliar atau turun 27,24% dibanding akhir kuartal III 2019, yang tercatat sebesar Rp1,358 triliun.

Sehingga perseroan membukukan laba kotor pada akhir kuartal III 2020 sebesar Rp175,27 miliar, atau turun 20,45% dibandingkan dengan akhir kuartal III 2019, yang mencatat laba usaha Rp220,9 miliar. Sementara pada kuartal III 2020, INDS mencatat total aset perseroan senilai Rp2,782 triliun atau turun 1,8% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai Rp2,834 triliun.

Tergerusnya aset perseroan disebabkan sisi ekuitas tercatat senilai Rp2,541 triliun atau turun 1,2% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp2,572 triliun dan liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp240,25 miliar atau mengalami penyusutan 8,39% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp262,13 miliar.

Untuk posisi keuangan emiten yang juga perlu diperhatikan adalah arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp235,88 miliar atau melonjak 99,15% dibandingkan akhir III 2019, yang tercatat sebesar Rp118,85 miliar.

BERITA TERKAIT

Orisinalitas Produk Jadi Prioritas - Channel JD.ID Paling Banyak Dipilih Masyarakat

Setahun sudah pandemi Covid-19 melanda bangsa Indonesia, berbagai dampak hampir dirasakan di semua lini dan yang paling mencolok adalah tren…

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…