SOCI Bakal Beli Surat Utang US$ 140 Juta

NERACA

Jakarta – Emiten pelayaran, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melalui anak usahanya di Singapura, Soechi Lines Capital Pte Ltd mengajukan permohonan kepada pemegang surat utang senilai US$ 140 juta untuk penawaran tender dibeli kembali dan perubahan ketentuan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari pengelolaan kewajiban dengan mengacu pada prinsip kehati-hatian. Diharapkan rencana ini dapat mendukung kegiatan usaha perseroan dan anak usaha dalam jangka panjang, baik dari segi kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha. Untuk itu perseroan telah menunjuk Standard Chartered sebagai dealer manager agreement dalam tender pembelian surat utang dengan tingkat bunga 8,37% pertahun dan akan jatuh tempo pada tahun 2023 tersebut.

Sebagai informasi, di kuartal tiga 2020, SOCI mencatatkan laba bersih di kuartal tiga 2020 sebesar US$ 2,6 juta atau menyusut tajam 83% dibanding priode yang sama tahun lalu mencatatkan laba bersih sebesar US$ 15,31 juta. Sementara pendapatan pada akhir kuartal III tahun 2020 tercatat sebesar US$ 99,26 juta atau turun 12,38% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 113,01 juta. Tapi beban pokok pendapatan tercatat sebesar US$ 65,75 juta atau turun 8,45% dibanding akhir kuartal III 2019 yang tercatat sebesar US$ 71,56 juta.

Sehingga perseroan membukukan laba kotor pada akhir kuartal III 2020 sebesar US$ 33,5 juta atau turun 19,51% dibandingkan dengan akhir kuartal III 2019 yang mencatat laba usaha sebesar US$ 41,45 juta. Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai US$ 338,13 juta atau tumbuh 0,8% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 335,5 juta.

Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar US$ 338,18 juta atau mengalami penyusutan 3,97% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 352,71 juta. Adapun aset perseroan tercatat senilai US$ 676,31 juta atau turun 1,74% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat senilai US$ 688,21 juta. Kemudian arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar US$ 19,44 juta atau melonjak 189,55% dibandingkan akhir III 2019 yang tercatat sebesar US$ 6,72 juta.

Lembaga pemeringkat  Moody’s Investors Service memprediksi agregat kinerja perusahaan pelayaran global akan mengalami penurunan dalam 12 bulan hingga 18 bulan ke depan. Hal itu tercermin dari prediksi laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) yang lebih rendah dari taksiran awal. Moody’s dalam publikasinya mempertahankan outlook atau prospek negatif untuk industri pelayaran global.

Keputusan itu mencerminkan pandangan pasokan akan secara signifikan melebihi permintaan di segmen bisnis utama untuk 2020 dan bertahan hingga 2021. Ekspektasi penurunan agregat EBITDA sejalan dengan karantina atau lockdown akibat penyebaran pandemi Covid-19. Kebijakan itu telah berdampak terhadap penurunan perekonomian.

BERITA TERKAIT

TUGU Sisakan Dana IPO Rp 298,9 Miliar

NERACA Jakarta – Sejak pertama listing di pasar modal hingga saat ini, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) masih…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Transkon Fokus Perluasan Jaringan Operasional

NERACA Jakarta -Guna mengajar pertumbuhan bisnisnya di tahun ini, PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) telah menyusun sejumlah strategi bisnis. Corporate…

WIKA Realisasikan Belanja UMKM Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2020 kemarin, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan pembelanjaan atau spending kepada pelaku  usaha mikro…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

TUGU Sisakan Dana IPO Rp 298,9 Miliar

NERACA Jakarta – Sejak pertama listing di pasar modal hingga saat ini, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) masih…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Transkon Fokus Perluasan Jaringan Operasional

NERACA Jakarta -Guna mengajar pertumbuhan bisnisnya di tahun ini, PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) telah menyusun sejumlah strategi bisnis. Corporate…

WIKA Realisasikan Belanja UMKM Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2020 kemarin, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan pembelanjaan atau spending kepada pelaku  usaha mikro…