Pendapatan Fast Food Menyusut 39,79%

NERACA

Jakarta - Perusahaan pengelola restoran KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) membukukan total pendapatan Rp3,58 triliun atau turun 39,79% year on year (yoy) dari sebelumnya Rp5,01 triliun per September 2019. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.

Perusahaan memiliki Restaurant Support Center (RSC) Jakarta, Medan, Batam, Makassar, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Palembang dan Balikpapan. Divisi usaha yang disajikan terpisah dalam pelaporan informasi segmen operasi adalah RSC Jakarta, RSC Medan, RSC Makassar, RSC Palembang dan RSC Bandung.

Dimana RSC Jakarta berkontribusi terhadap pendapatan paling besar, yakni sejumlah Rp1,27 triliun. Selanjutnya, RSC Makassar berkontribusi kedua terbesar, yaitu Rp417,35 miliar. Di tengah penurunan pendapatan, perusahaan juga memangkas beban pokok penjualan menjadi Rp1,45 triliun dari sebelumnya Rp1,87 triliun. Namun, laba bruto masih menyusut menjadi Rp2,13 triliun per September 2020 dibandingkan Rp3,14 triliun per September 2019.

Fast Food Indonesia pun membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp298,33 miliar per kuartal III/2020. Nilai itu berbalik dari laba periode berjalan senilai Rp175,69 miliar per September 2019. Total rugi komprehensif periode berjalan FAST senilai Rp283,25 miliar per September 2020. Nilai itu berbalik dari sebelumnya pembukuan penghasilan komprehensif periode berjalan Rp124,44 miliar.

Perseroan menggunakan kas neto untuk investasi sebesar Rp226,13 miliar, turun dari sebelumnya Rp296,07 miliar. Kas dan setara kas pada akhir periode per September 2020 sebesar Rp547,19 miliar, turun dari sebelumnya Rp752,05 miliar. Kemudian total liabilitas FAST mencapai Rp2,14 triliun, naik dari akhir 2019 sebesar Rp1,74 triliun. Liabilitas jangka pendek per September 2020 senilai Rp1,05 triliun, sedangkan liabilitas jangka panjang Rp1,08 triliun.

Selanjutnya, ekuitas perusahaan mencapai Rp1,37 triliun, menurun dari sebelumnya Rp1,66 triliun. Total aset FAST per September 2020 mencapai Rp3,51 triliun, naik dari Rp3,4 triliun pada akhir 2019.

 

BERITA TERKAIT

RUPSLB HOKI Menyetujui Stock Split Saham

NERACA Jakarta -Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menyetujui rencana aksi korporasi untuk…

Kejar Pendapatan Rp 1 Triliun - Telefast Bakal Buka 1000 Jaringan Ritel

NERACA Jakarta -Optimisme tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya menjadi keyakinan bagi PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) dalam…

Terbitkan Surat Utang US$ 400 Juta - Delta Dunia Cetak Oversubscribed 2,9 Kali

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

M2 World Champioship Cetak 3 Juta Global Online Views

MOONTON Technology Co. Ltd dengan bangga mempersembahkan juara dunia baru Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) – Bren Esports (Bren) dari…

Sukseskan Program Citarum Harum - Uni Charm Indonesia Tanam 1.500 Pohon Bambu

Peduli pada kelestarian lingkungan, PT Uni-Charm Indonesia Tbk melalui kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang dan Satgas Citarum Harum…

Ekspansi Pasar Domestik - Panca Mitra Luncurkan Brand Baru

Genjot pertumbuhan penjualan, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten yang bergerak di sektor konsumen berbasis ekspor, khususnya pada sektor…