Puradelta Bagikan Dividen Rp 25 Per Saham

NERACA

Jakarta- Emiten properti, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) pada tanggal 24 November 2020 telah memutuskan pembagian dividen interim Rp25 per lembar saham atau dengan total nilai pembayaran sebesar Rp1,204 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menyebutkan bahwa pemegang saham yang berhak atas dividen interim tersebut adalah yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pukul 16.00 Wib tanggal 4 Desember 2020. Selanjutnya, dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham pada tanggal 18 Desember 2020. Adapun Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi tanggal 2 Desember 2020. Untuk diketahui, PT Puradelta Lestari Tbk membukukan pendapatan usaha senilai Rp 655 miliar dan laba bersih mencpai Rp 302 miliar hingga kuartal III-2020. Realisasi tersebut lebih rendah dari pencapaian periode sama tahun lalu.

Pendapatan usaha tersebut berasal dari properti segmen industri dengan kontribusi sebesar Rp 538 miliar atau sekitar 82,1% dan disusul segmen komersial sebesar Rp 65 miliar atau 9,9%, serta segmen hunian sebesar Rp 36 miliar atau 5,5% dari pendapatan usaha. “Adapun segmen hotel dan rental masing-masing meyumbang Rp 9,8 miliar dan Rp 6,6 miliar,” ujar Direktur Puradelta Lestari, Tondy Suwanto.

Perseroan menilai bahwa segmen industri masih menjadi tulang punggung usaha perseroan. Pendapatan usaha segmen tersebut diperoleh dari penjualan lahan di kawasa industri Greenland International Industrial Center (GIIC), berlokasi di Kota Deltamas. Lokasi ini menjadi incaran investasi pelanggan-pelanggan industri berskala global dalam satu dekade terakhir. Untuk diketahui, pencapaian kinerja keuangan tersebut lebih rendah dibandingkan pendapatan usaha dan laba bersih di periode sembilan bulan pertama di tahun sebelumnya yang masing-masing membukukan Rp 1,27 triliun dan Rp 759 miliar.

Tondy menyampaikan, lebih rendahnya pencatatan pendapatan di hingga III-2020 akibat tingginya pencatatan pendapatan di periode yang sama tahun sebelumnya, yakni adanya penjualan lahan komersil. Selain itu, perseroan masih memiliki backlog penjualan yang besar yang belum dicatatkan sebagai pendapatan di kuartal III tahun ini. Sementara itu, peseroan telah memperoleh marketing sales sebesar Rp 1,38 triliun di kuartal III-2020. Sebagain besar marketing sales belum dibukukan dibukukan pada pendapatan usaha, sehingga menjadi backlog penjualan.

BERITA TERKAIT

TUGU Sisakan Dana IPO Rp 298,9 Miliar

NERACA Jakarta – Sejak pertama listing di pasar modal hingga saat ini, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) masih…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Transkon Fokus Perluasan Jaringan Operasional

NERACA Jakarta -Guna mengajar pertumbuhan bisnisnya di tahun ini, PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) telah menyusun sejumlah strategi bisnis. Corporate…

WIKA Realisasikan Belanja UMKM Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2020 kemarin, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan pembelanjaan atau spending kepada pelaku  usaha mikro…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

TUGU Sisakan Dana IPO Rp 298,9 Miliar

NERACA Jakarta – Sejak pertama listing di pasar modal hingga saat ini, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) masih…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Transkon Fokus Perluasan Jaringan Operasional

NERACA Jakarta -Guna mengajar pertumbuhan bisnisnya di tahun ini, PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) telah menyusun sejumlah strategi bisnis. Corporate…

WIKA Realisasikan Belanja UMKM Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2020 kemarin, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan pembelanjaan atau spending kepada pelaku  usaha mikro…