SIDO Tunjuk Jonan Jadi Komisaris Independen

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) memutuskan mengangkat komisaris independen yakni Ignasius Jonan dan Young Taek Park. Keduanya didapuk untuk menggantikan posisi komisaris yang sebelumnya diisi oleh Ronnie Behar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Ignasius Jonan memang merupakan sosok yang sudah tak asing lagi di dunia pemerintahan dan juga korporasi. Dia adalah seorang praktisi manajemen dan keuangan dengan pengalaman yang sangat luas sebagai pemimpin di berbagai lembaga dan institusi berprestasi seperti Citibank, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Hal ini ditambah dengan pengalamannya dalam bidang pemerintahan sebagai Menteri Perhubungan (2014-2016) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2016-2019) Republik Indonesia. Ignasius juga baru-baru ini memegang amanah untuk menjabat sebagai komisaris emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).

Sementara itu, Young Taeg Park adalah warga negara Korea Selatan yang saat ini menjabat sebagai Chairman dan Managing Partner di Affinity Equity Partners. Sebelum berkarir di Affinity, pria yang menerima gelar Master of Business Administration dari The Wharton School, University of Pennsylvania itu pernah menjabat sebagai Head of Korea di UBS Capital Asia Pacific dan General Manager di Samsung Electronics.

Sebagai informasi, SIDO berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 2,25 triliun hingga kuartal III-2020 atau meningkat 6,13% dari realisasi periode sama tahun lalu senilai Rp 2,12 triliun. Peningkatan pendapatan berimbas terhadap pertumbuhan laba bersih perseroan mencapai 10,78% dari Rp 578,44 miliar menjadi Rp 640,80 miliar hingga kuartal III-2019. Sebagian besar pendapatan perseroan ditopang penjualan segmen jamu herbal dan suplemen sebesar Rp 1, 44 triliun atau meningkat 1,4% dari periode sama tahun lalu Rp 1,42 triliun. Segmen makanan dan minuman tercatat sebesar Rp 722,18 miliar, naik 18,77% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 608,02 miliar.

Penjualan pada segmen farmasi menyumbang sebesar Rp 92,83 miliar atau bertumbuh 0,56% dari sebelumnya sebesar Rp 92,31 miliar pada periode sama tahun lalu. Perseroan juga berhasil menekan beban penjualan dan pemasaran menjadi sebesar Rp 305,34 miliar, turun 1,21% dari sebelumnya sebesar Rp 309,08 miliar. Beban pajak penghasilan tercatat sebesar Rp 181,96 miliar, atau menyusut 3,68% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 188,92 miliar.

 

BERITA TERKAIT

TUGU Sisakan Dana IPO Rp 298,9 Miliar

NERACA Jakarta – Sejak pertama listing di pasar modal hingga saat ini, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) masih…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Transkon Fokus Perluasan Jaringan Operasional

NERACA Jakarta -Guna mengajar pertumbuhan bisnisnya di tahun ini, PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) telah menyusun sejumlah strategi bisnis. Corporate…

WIKA Realisasikan Belanja UMKM Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2020 kemarin, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan pembelanjaan atau spending kepada pelaku  usaha mikro…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

TUGU Sisakan Dana IPO Rp 298,9 Miliar

NERACA Jakarta – Sejak pertama listing di pasar modal hingga saat ini, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) masih…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Transkon Fokus Perluasan Jaringan Operasional

NERACA Jakarta -Guna mengajar pertumbuhan bisnisnya di tahun ini, PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) telah menyusun sejumlah strategi bisnis. Corporate…

WIKA Realisasikan Belanja UMKM Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2020 kemarin, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan pembelanjaan atau spending kepada pelaku  usaha mikro…