Layanan Terintegrasi MOST Sharia - Mansek Genjot Pertumbuhan Investor Syariah

NERACA

Jakarta -Genjot pertumbuhan investor syariah di pasar modal syariah Indonesia, PT Mandiri Sekuritas (Mansek) meningkatkan layanan situs MOST Sharia. Peningkatan layanan juga didukung tren pertumbuhan kapitalisasi pasar saham syariah dalam beberapa tahun terakhir. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukan bahwa pada tahun 2015-2019, pasar modal syariah tumbuh signfikan, yakni sukuk korporasi 201,31%, sukuk negara 148,88% dan reksa dana syariah 387,66%.

Direktur Retail dan Treasury Mandiri Sekuritas, Theodora VN Manik dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk penambahan investasi berbasis syariah, hal ini seiring dengan populasi muslim Indonesia terbesar di dunia. “Ditambah upaya yang dilakukan pemerintah, para pelaku industri dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan basis investor pasar modal syariah di masa depan,” ujar dia.

Tren pertumbuhan pasar modal syariah ini mendorong Maandiri Sekuritas untuk menghadirkan pilihan lebih dari 450 saham syariah, 9 produk reksa dana syariah, dan Surat Berharga Negara Syariah seperti ST007 pada MOST Sharia. Hingga Oktober 2020, Mandiri Sekuritas mencatatkan pertumbuhan jumlah nasabah MOST Sharia 57% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan jumlah nasabah syariah juga mendorong peningkatan nilai transaksi harian mencapai 270%, dibanding periode yang sama tahun lalu. Selain menyediakan layanan investasi syariah, Mandiri Sekuritas sudah mendapatkan izin penyelenggaraan System Online Trading Sharia (SOTS) dari DSN-MUI. Belum lama ini, Mandiri Sekuritas juga telah mengantongi izin sebagai Mitra Distribusi Surat Berharga Negara (SBN) Syariah Retail, seperti Sukuk Ritel dan menjadi Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Di era digital saat ini, Theodora menambahkan, masyarakat memiliki kemudahan untuk mengakses informasi mengenai produk-produk investasi pasar modal syariah, seperti kegiatan Sharia Investment Week 2020 (SIW 2020) yang diselenggarakan pada 16-21 November 2020 secara daring oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI). “Kami sangat mendukung inisiatif SIW 2020 dari OJK dan BEI, sehingga dapat menjembatani kebutuhan investasi masyarakat dengan akses layanan dan produk-produk pasar modal syariah,” ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, jumlah saham syariah per 27 Oktober 2020 naik 90,3% menjadi 451 saham, dibandingkan dengan perolehan tahun 2011 sebesa 237 saham. Sedangkan Volume transaksi saham syariah mencapai 56,9% dan frekuensi transaksi tercatat 61,9% dari total frekuensi transaksi saham di BEI.

Inarno menegaskan, pertumbuhan pasar saham syariah tersebut menunjukkan bahwa investasi syariah telah populer di masyarakat Indonesia. Pihaknya meyakini bahwa investasi syariah depannya bakal semakin maju.




 

BERITA TERKAIT

Kasus Covid-19 Meningkat, Penerapan 3M Harus Diperketat

Indonesia mencatatkan rekor baru penambahan kasus Covid-19 hingga 8.369 pada Kamis (3/12). Di sisi lain, aktivitas masyarakat di luar rumah…

SOCI Bakal Beli Surat Utang US$ 140 Juta

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melalui anak usahanya di Singapura, Soechi Lines Capital Pte Ltd…

Dampak Pandemi Covid-19 - Sidomulyo Selaras Sulit Kejar Target Bisnis

NERACA Jakarta -Tahun 2020 menjadi tahun terberat bagi emiten transportasi PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) karena ikut terdampak dari pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Kasus Covid-19 Meningkat, Penerapan 3M Harus Diperketat

Indonesia mencatatkan rekor baru penambahan kasus Covid-19 hingga 8.369 pada Kamis (3/12). Di sisi lain, aktivitas masyarakat di luar rumah…

SOCI Bakal Beli Surat Utang US$ 140 Juta

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melalui anak usahanya di Singapura, Soechi Lines Capital Pte Ltd…

Dampak Pandemi Covid-19 - Sidomulyo Selaras Sulit Kejar Target Bisnis

NERACA Jakarta -Tahun 2020 menjadi tahun terberat bagi emiten transportasi PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) karena ikut terdampak dari pandemi…