Musim Laporan Keuangan - Laju IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta  - Mengakhiri perdagangan Senin (26/10) di Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik di tengah koreksi bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 31,86 poin atau 0,62% ke posisi 5.144,05. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 4,4 poin atau 0,56% menjadi 794,21.

Kata analis Bina Artha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta, pasar mengapresiasi kinerja laporan keuangan emiten pada kuartal III 2020, yang rata-rata menunjukkan kesinambungan di tengah ketidakpastian global.”Market juga mengapresiasi statement dari pemerintah terkait adanya recovery perekonomian Indonesia. Selain itu, adanya eforia bahwa kinerja PDB kuartal III negara-negara perekonomian maju seperti AS, Prancis maupun Jerman bahkan termasuk Uni Eropa, yang menunjukkan tanda-tanda ekspansif atau positif karena hasil positif dari recovery perekonomian di negara-negara tersebut," ujar Nafan di Jakarta, kemarin.

Dibuka naik, IHSG relatif nyaman di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, tiga sektor terkoreksi dimana sektor konsumer paling dalam yaitu minus 0,78%, diikuti sektor pertambangan dan sektor manufaktur masing-masing minus 0,62% dan minus 0,3%. Sedangkan tujuh sektor meningkat dimana sektor properti naik paling tinggi yaitu 3,1%, diikuti sektor pertanian dan sektor keuangan masing-masing 2,1% dan 1,3%.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp127,99 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 673.694 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,2 miliar lembar saham senilai Rp7,13 triliun. Sebanyak 225 saham naik, 188 saham menurun, dan 170 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore antara lain indeks Nikkei melemah 22,25 poin atau 0,09% ke 23.494,34, indeks Shanghai turun 26,88 poin atau 0,82% ke 3.251,12, dan indeks Straits Times melemah 12,94 poin atau 0,51% ke 2.524,45. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,96 poin atau 0,02 persen ke posisi 5.113,15. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,64 poin atau 0,08% ke posisi 790,45.

Untuk IHSG, riset Samuel Sekuritas dalam laporannya memperkirakan akan bergerak flat dan investor melakukan aksi wait and see. Pekan lalu pasar AS secara mingguan bergerak melemah, sedangkan secara harian pada Jumat (23/10) lalu bergerak variatif. Dari pasar AS, investor masih terlihat menanti kesepakatan stimulus fiskal dan hasil pemilu presiden.

BERITA TERKAIT

Segera Serah Terima Ke Pembeli - Modernland Cilejit Kebut Pembangunan

Dalam waktu yang relatif tidak lama lagi, proyek perumahan berskala kota (township) bernama Modernland Cilejit seluas 1.000 hektar di kawasan…

Dibalik Obligasi Wajib Konversi - Porsi Pemegang Saham KRAS Bakal Terdilusi

NERACA Jakarta-  Berkah mendapat dana pemulihan ekonomi dari pemerintah, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) siap merilis emisi obligasi wajib konversi…

Waskita Beton Bukukan Rugi Rp 1,142 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir September 2020, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp1,142…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Segera Serah Terima Ke Pembeli - Modernland Cilejit Kebut Pembangunan

Dalam waktu yang relatif tidak lama lagi, proyek perumahan berskala kota (township) bernama Modernland Cilejit seluas 1.000 hektar di kawasan…

Dibalik Obligasi Wajib Konversi - Porsi Pemegang Saham KRAS Bakal Terdilusi

NERACA Jakarta-  Berkah mendapat dana pemulihan ekonomi dari pemerintah, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) siap merilis emisi obligasi wajib konversi…

Waskita Beton Bukukan Rugi Rp 1,142 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir September 2020, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp1,142…