Melihat Kehidupan di Kampung Pelangi Semarang

"Pakeeet!" Saat mendengar kalimat itu, kita biasanya langsung keluar kamar, memakai sendal, dan membuka pintu pagar. Tapi mengambil paket bukanlah perkara mudah bagi warga yang tinggal di Kampung Pelangi Wonosari di Semarang.

Kampung yang berada di belakang pasar bunga Jl. DR. Sutomo, Kota Semarang, Jawa Tengah, ini sempat viral di kalangan wisatawan karena lanskapnya yang unik; pemukiman di atas bukit dengan tembok yang dicat berwarna-warni. Dari kejauhan, kombinasi warna pelangi membuat pemandangan tersebut ramai ditasbihkan sebagai Instagramable.

Kampung Pelangi Semarang dihuni oleh 1.500 jiwa yang menetap di 500 rumah. Sebagian tinggal di kaki bukit, sebagian tinggal di punggung bukit. Yang tinggal di kaki bukit hanya perlu menanjak atau menuruni bukit beberapa menit untuk sampai ke jalan raya. Tapi urusan jalan kaki bakal berbeda bagi yang tinggal di punggung bukit.

Bagi warga setempat, yang notabene sudah terbiasa, mungkin tak merasa kelelahan saat harus mengelilingi Kampung Pelangi Semarang. Tapi bagi yang tak terbiasa seperti turis, turun naik bukit dengan jalanan yang sempit pasti bakal membuat napas langsung terengah-engah.

"Ya kalau ada paket paling kurirnya menunggu di bawah dan yang rumahnya di atas harus turun ambil ke bawah. Biasanya ditelepon dulu, baru mereka turun," kata seorang ibu penjaga warung di Kampung Pelangi Semarang yang dikutip dari CNNIndonesia.com pada pekan lalu. "Karena kan kasian kalau kurirnya harus naik ke atas dan mencari nomor rumahnya," lanjutnya sambil tersenyum.

Sama dengan urusan mengambil paket, begitu juga saat jajan siomay atau bakso misalnya. Pedagang biasanya membunyikan ketukan khasnya hingga terdengar seantero kampung. Waktu kedatangan mereka juga sudah diprediksi, sehingga yang tinggal di punggung bukit bisa menyiapkan mangkuk lalu turun ke bawah untuk jajan.

Jalan kecil yang menanjak serta bangunan kiri dan kanan berwarna warni di  Kampung Pelangi Semarang terdiri dari dua RW dan RT. Tahun lalu, pemukiman di sini sempat dicat ulang untuk penyegaran. Sama seperti pengecatan pertama, pihak sponsor, relawan, dan mahasiswa yang turun tangan.

Warga mengaku tak direpotkan urusan memilih warna hingga teknis mengecat. Mereka hanya dititipkan urusan menjaga kelestarian lingkungan setempat. Kampung Pelangi Semarang dibelah oleh aliran Kaligarang. Warna airnya tidak bening, tapi ajaibnya tak ada bau limbah yang menyengat hidung seperti sungai-sungai di Jakarta.

Danslawi, tokoh masyarakat di sini, mengatakan hal tersebut dikarenakan saluran pembuangan limbah tak dibuang ke sungai. Warga juga dilarang membuang sampah ke dalamnya. Hasilnya, sungai nampak asri, bahkan terlihat ikan-ikan kecil yang berenang. "Rencananya mau dibangun wahana air, tapi mungkin menunggu pandemi virus corona usai. Begitu juga dengan rencana pembangunan wahana 99 tangga setinggi dua meter menuju area berfoto di atas," kata Danslawi.

Selain berfoto di bawah, turis juga dipersilakan naik ke atas kampung untuk menikmati pemandangan Kota Semarang dari ketinggian. Untuk menempuhnya butuh waktu dan tenaga, tapi rasa lelah bakal terbayar sesampainya di atas.

Banyak yang tidak tahu bahwa di balik Kampung Pelangi Semarang terdapat Makam Bergota, yang merupakan tempat pemakaman umum terbesar di Kota Lumpia. Makam tersebut bisa diakses dari puncak kampung. "Pedagang bunga di depan awalnya muncul karena banyak peziarah yang datang. Semakin ke sini, toko bunga semakin banyak," ujar Danslawi.

Saat ini Kampung Pelangi Semarang mulai membuka kunjungan wisatawan, hanya saja mereka wajib mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak fisik, dan rajin mencuci tangan.

BERITA TERKAIT

Menyantap Ikan Segar di Pulau Seribu

Berwisata #DiIndonesiaAja di Kepulauan Seribu tidak hanya menawarkan kegiatan snorkeling atau diving. Di masa pandemi, ada tren wisata memancing yang…

Curug Malela, 'The Little Niagara' di Bandung Barat

Ciwidey, yang selama ini populer dengan objek wisata Kawah Putih Ciwidey, juga punya objek wisata yang tak kalah memukau, yakni…

Bersantai di Surga Rahasia Labuan Bajo

Tidak melulu tentang keganasan hewan purba komodo atau keelokan Pulau Padar yang tengah jadi salah satu tujuan destinasi favorit #DiIndonesiaAja,…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

Menyantap Ikan Segar di Pulau Seribu

Berwisata #DiIndonesiaAja di Kepulauan Seribu tidak hanya menawarkan kegiatan snorkeling atau diving. Di masa pandemi, ada tren wisata memancing yang…

Curug Malela, 'The Little Niagara' di Bandung Barat

Ciwidey, yang selama ini populer dengan objek wisata Kawah Putih Ciwidey, juga punya objek wisata yang tak kalah memukau, yakni…

Bersantai di Surga Rahasia Labuan Bajo

Tidak melulu tentang keganasan hewan purba komodo atau keelokan Pulau Padar yang tengah jadi salah satu tujuan destinasi favorit #DiIndonesiaAja,…