Catatkan Pertumbuhan 17,79% - Kepemilikan Saham Masyarakat Papua Meningkat

NERACA

Jayapura - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mengklaim kepemilikan saham masyarakat bumi Cenderawasih di tengah kondisi penyebaran pandemi Covid-19 justru bergeliat dan meningkat.

Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak mengatakan, kondisi tersebut tercermin dari kepemilikan saham investor yang tumbuh mencapai dua digit.”Berdasarkan data OJK per Juli 2020, nilai kepemilikan investor di Papua mencapai Rp467,83 miliar atau tumbuh sekitar 17,79% jika dibandingkan dengan posisi Juli 2019. Padahal kepemilikan investor di bursa saham nasional mengalami penurunan sebesar 12,54%,”ujarnya di Papua, kemarin.

Menurut Adolf, jumlah investor di pasar modal juga mengalami pertumbuhan, di mana per Juli 2020, sebanyak 14.766 investor berinvestasi di lantai bursa atau meningkat 51,52% dibandingkan dengan posisi Juli 2019, persentase peningkatan jumlah investor tersebut berada di atas nasional yang tumbuh 49,73%. Disebutkan, dari total investor di Papua, sebanyak 9.179 investor memilih investasi saham sebagai instrumen investasinya dan jumlah tersebut meningkat 2.180 investor di sepanjang tahun 2020.

Selain itu, per posisi Juli 2020 sebanyak 8.662 investor memilih instrumen reksadana atau tumbuh 97,9% atau 4.285 investor reksadana baru dibandingkan dengan posisi Juli 2019. Dirinya menjelaskan secara terperinci masyarakat Kabupaten Merauke juga sudah berinvestasi di pasar modal, di mana jumlahnya mencapai 1.267 investor dengan nilai kepemilikan saham sebesar Rp116,47 miliar.”Dilihat dari pertumbuhan investor pasar modal khususnya di Provinsi Papua dan Kabupaten Merauke, dapat disimpulkan bahwa masyarakat di tanah Papua sudah semakin 'aware' dan paham akan pentingnya investasi dalam rangka mempersiapkan masa depan yang lebih baik dan sejahtera,"jelasnya.

Sementara Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura, Kresna Aditya Payokwa menyebutkan, penyebaran Covid-19 berdampak pada kinerja perusahaan-perusahaan yang sudah tercatat di bursa efek,”Hasil survei terhadap 699 emiten yang dilakukan BEI per 24 Agustus 2020, sebanyak 513 perusahaan menyatakan kelangsungan usahanya terdampak Covid-19 atau sebesar 73%,”ujarnya.

Sedangkan sebanyak 126 perusahaan mengaku tidak terpengaruh Covid-19 dan sebanyak 60 perusahaan mengaku terganggu oleh penyebab lainnya. Menurut Kresna, secara terperinci, sektor perdagangan, jasa, dan investasi menjadi sektor usaha yang paling terdampak penyebaran pandemik dunia itu.

Sedangkan pertanian menjadi sektor usaha yang paling kecil mendapatkan tekanan Covid-19. Dia menjelaskan kendati begitu, pihaknya menilai kondisi ini merupakan peluang berinvestasi di pasar modal di Indonesia.”Pertimbangannya adalah tekanan penyebaran COVID-19 terhadap kondisi perekonomian nasional masih relatif dapat dimitigasi," katanya lagi.

Dia menambahkan, Indonesia juga dinilai memiliki fundamental ekonomi yang terjaga seperti iklim investasi, bonus demografi, dan kaya sumber daya alam.”Ada beragam produk investasi di pasar modal, saham, obligasi, reksadana, exchange trade fund, dan derivatif," katanya. (ant/bani)

 

BERITA TERKAIT

Menghemat Pengeluaran Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

Aman Berinvestasi di Pasar Modal - Investor Harus Perhatikan Pengumuman Bursa

NERACA Jakarta – Berinvestasi di produk keuangan, khususnya di pasar modal bagi para pemula harus jeli melihat produk yang ditawarkan,…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Menghemat Pengeluaran Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

Aman Berinvestasi di Pasar Modal - Investor Harus Perhatikan Pengumuman Bursa

NERACA Jakarta – Berinvestasi di produk keuangan, khususnya di pasar modal bagi para pemula harus jeli melihat produk yang ditawarkan,…