Laju IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,85%

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepkan kembali ditutup positif atau mengalami peningkatan sebesar 0,85% yaitu pada level 5.059,223 dari level 5.016,712 pada pekan lalu. Senada dengan IHSG, kapitalisasi pasar bursa pada pekan kemarin turut mengalami peningkatan sebesar 0,87% menjadi Rp5.878,495 triliun dari Rp5.827,724 triliun pada pekan lalu. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

BEI juga mencatat rata-rata volume transaksi selama sepekan menjadi sebesar 11,482 miliar saham atau meningkat sebesar 2,02% dibandingkan pada penutupan pekan sebelumnya yaitu sebesar 11,255 miliar saham. Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami penurunan sebesar 7,82% menjadi Rp8,121 triliun dari Rp8,810 triliun sepekan sebelumnya dan rata-rata frekuensi harian turut mengalami koreksi sebesar 13,43% menjadi 617,256 ribu kali transaksi dari pekan sebelumnya sebesar 712,986 ribu kali transaksi.

Kemudian investor asing pada akhir pekan mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp998,56 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp39,669 triliun. Sebagai informasi, IHSG pada perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin ditutup menguat 20,82 poin atau 0,41% ke posisi 5.059,22. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 4,77 poin atau 0,62% menjadi 780,32.

Kata analis Bina Artha Sekuritas,  M Nafan Aji Gusta Utama, pasar lebih mengapresiasi kebijakan Bank Indonesia dalam rangka mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada level 4%. Pasar juga menilai bahwa pemberlakuan PSBB oleh Pemprov DKI Jakarta masih berjalan dengan kondusif. Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat dan banyak menghabiskan waktu di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Secara sektoral, tiga sektor terkoreksi dengan sektor pertanian turun paling dalam yaitu minus 1,85%, diikuti aneka industri dan keuangan masing-masing minus 0,9% dan minus 0,56%. Sedangkan, tujuh sektor meningkat dengan sektor perdagangan naik paling tinggi yaitu 2,03%, diikuti infrastruktur dan industri dasar masing-masing 1,8% dan 1,53%.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp999,09 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 583.355 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,52 miliar lembar saham senilai Rp9,78 triliun. Sebanyak 253 saham naik, 166 saham menurun, dan 171 saham tidak bergerak nilainya.

BERITA TERKAIT

Maknai Sumpah Pemuda - Centang Ajak Pemuda Bahu Membahu Lawan Corona

Menyadari masih belum waspadanya masyarakat akan bahaya virus corona atau Covid-19 dan upaya pencegahannya, mendorong berbagai lapisan masyarakat dan komunitas…

Dengan Semangat Sumpah Pemuda - Generasi Muda Diharapkan Bersatu Melawan Covid-19

Peran pemuda sebagai agen perubahan untuk bangsa ini menjadi penting, terlebih di tengah menghadapi pandemi virus corona. Oleh karena itu,…

Dampak Sektor Pelayaran - UU Cipta Kerja Tingkatkan Daya Saing Kemaritiman

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut dan Guru Besar di Universitas Pertahanan Indonesia, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio menyebut UU…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Maknai Sumpah Pemuda - Centang Ajak Pemuda Bahu Membahu Lawan Corona

Menyadari masih belum waspadanya masyarakat akan bahaya virus corona atau Covid-19 dan upaya pencegahannya, mendorong berbagai lapisan masyarakat dan komunitas…

Dengan Semangat Sumpah Pemuda - Generasi Muda Diharapkan Bersatu Melawan Covid-19

Peran pemuda sebagai agen perubahan untuk bangsa ini menjadi penting, terlebih di tengah menghadapi pandemi virus corona. Oleh karena itu,…

Dampak Sektor Pelayaran - UU Cipta Kerja Tingkatkan Daya Saing Kemaritiman

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut dan Guru Besar di Universitas Pertahanan Indonesia, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio menyebut UU…