Eksistensi Membangun Negeri - PTPP Banyak Torehkan Karya-Karya Monumental

NERACA

Jakarta – Eksistensi PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dalam menjalankan bisnis konstruksinya sejak tahun 1953 menuai banyak prestasi dan karya-karya gemilang dalam membangun negeri tercinta. Telah banyak karya monumental yang berhasil dibangun perseroan, sebut saja Hotel Indonesia di Jakarta, jembatan Balerang di Batam, terminal peti kemas Kalibaru di Jakarta, PLTG Gorontalo di Sulawesi, Kementerian PUPR di Jakarta, Singapore Embassy di Jakarta dan Austria Embassy di Jakarta.

Kemudian ada jembatan Youtefa di Papua, Yogyakarta International Airport di Jawa Tengah, Stadion Papua Bangkit di Papua, dan RSUD Jayapura di Papua. Kata Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad, kesuksesan perseroan membangun banyak sederetan proyek monumental tidak bisa lepas dari dukungan tenaga ahli yang profesional dan pengalaman dibidangnya.”Dengan didukung oleh tenaga ahli yang professional dan pengalaman dibidangnya, perseroan berhasil menorehkan sejumlah prestasi dalam berkarya. Proyek-proyek yang dikerjakan oleh perseroan telah menghadirkan sejumlah proyek monumental dan menjadi landmark di seantero Indonesia. Selain itu, proyek-proyek tersebut telah meraih prestasi dan penghargaan di berbagai bidang. Perseroan akan terus bahu membahu dalam membangun negeri tercinta ini dan terus berkarya membangun bangsa. Kualitas pekerjaan yang dihasilkan oleh tenaga-tenaga ahli tersebut telah diakui oleh berbagai kalangan bahkan Presiden Republik Indonesia,” ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (13/8).

Berkat kesuksesan tersebut, sampai saat ini PTPP masih dipercaya oleh owner (baik Pemerintah, Swasta, BUMN) untuk mengerjakan proyekproyek berskala besar dan monumental lainnya. Teranyar adalah perseroan berhasil menyelesaikan pambangunan bandara baru tercepat, yaitu Yogyakarta International Airport. Perseroan menerapkan aplikasi Building Information Modelling (“BIM”) selama masa konstruksi. Dari sisi pembangunan airside, pelaksanaan pembangunan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dalam waktu 8 (delapan) bulan.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memberikan testimoni dalam kunjungannya ke proyek Yogyakarta International Airport. “Ini adalah pekerjaan pembangunan airport yang paling cepat di Indonesia mungkin bisa di dunia, ini cepat sekali”, imbuh Joko Widodo. Pembangunan proyek bandara ini dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli muda yang berpengalaman dibidangnya sehingga dapat menghasilkan kualitas terbaik.

Masih dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli muda, perseroan juga berhasil membangun proyek Stadion Utama Papua Bangkit yang diklaim menjadi stadion termegah di Indonesia kedua setelah Stadion GBK. Stadion tersebut dibangun dalam rangka menyambut event olahraga terbesar di Indonesia, yaitu penyelenggaraan PON XX tahun 2020 di Papua. Dengan memiliki kapasitas 40.000 penonton, Stadion Utama Papua Bangkit menjadi stadion termegah pertama di Kawasan Indonesia Timur.

Stadion yang terletak di Kabupaten Jayapura ini mememiliki keunggulan dari stadion lain dimana salah satunya memiliki LED Score Board (Papan Skor) sebanyak 2 (dua) buah dengan ukuran 11,52 x 6,72 meter yang terletak di tribun utara dan tribun selatan dengan resolusi 10.000 pixel per meter per segi. Kualitas LED Score Board ini biasa dipakai untuk event olahraga sebesar Olimpiade. Saat ini, stadion Papua Bangkit telah menjadi kebanggan warga Papua. Di bidang EPC, perseroan sukses mengerjakan PLTG 100 MW Gorontalo dengan jadual yang lebih cepat dari yang ditargetkan.

BERITA TERKAIT

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…