Pendapatan Global Mediacom Turun 7,84%

NERACA

Jakarta - PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) mencetak pendapatan di paruh pertama tahun ini sebesar Rp5,86 triliun, turun 7,84% dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp6,36 triliun. Perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin menjelaskan, penurunan tersebut diakibatkan susutnya pendapatan iklan non digital atau iklan konvensional yang menjadi kontributor utama perseroan.

Pendapatan yang berasal dari MNCN ini turun 13,51% secara year on year menjadi Rp 3,20 triliun. Begitu pula dengan pendapatan dari konten yang juga mengalami penurunan 10,34% dari Rp912 miliar menjadi Rp807 miliar. Namun di saat yang sama pendapatan iklan non digital tercatat naik 25,85% dari Rp325 miiliar menjadi Rp409 miliar.

Di sisi lain, pendapatan dari segmen usaha TV berbayar dan broadband meningkat 11,88% menjadi Rp1,73 triliun dari yang semula Rp1,54 triliun. Kemudian pos pendapatan lain-lain naik dari Rp273 miliar menjadi Rp681 miliar. Sementara itu jumlah beban langsung yang ditanggung perseroan terpantau turun 11,31 persen secara year on year, dari yang semula Rp3,39 triliun menjadi Rp3,01 triliun. Namun, penurunan beban belum mampu menopang laba perseroan.

Laba yang dapat diatribusikan pada entitas induk perseroan tercatat turun 7,71% menjadi Rp597 miliar per akhir semester I/2020 dari yang sebelumnya Rp551 miliar per akhir semester I/2019. Selanjutnya, kewajiban perseroan juga berhasil ditekan. BMTR memiliki total liabilitas Rp11,58 triliun, turun 9,35% dari yang semula Rp12,78 triliun. Adapun kewajiban tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp6,43 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp6,34 triliun.

Kemudian pada pos aset, MNCN membukukan kenaikan aset 2,48% dibandingkan akhir tahun lalu yakni menjadi Rp30,90 triliun, dari yang semula Rp30,15 triliun. Aset tersebut terdiri atas aset lancar Rp9,38 triliun dan aset tidak lancar Rp21,51 triliun. Sementara sepanjang tahun 2019 kemarin, induk usaha dari PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) dan PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp1,4 triliun. Perolehan ini naik 70% dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp826,6 miliar.

Kata Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk, Ruby Panjaitan, selama tahun 2019 pendapatan Global Mediacom naik 11% atau senilai Rp12,9 triliun dibanding tahun sebelumnya. Adapun, kontribusi terbesar berasal dari digital, non digital advertising dan content,”Digital naik 167%, non digital naik 6%, kemudian content naik 15% dan di sini FTA dan content naik 12%. Kemudian, Pay TV dan internet broadband kita naik 12%," ujarnya.

Sementara Direktur Global Mediacom, David Fernando Audy menambahkan, pendapatan perseroan disumbang masing-masing 60% dari MNCN dan 40% dari PT MNC Vision Networks Tbk. "Ke depannya mungkin MVN bisa lebih besar dan MNCN bakal turun tapi MVN mungkin akan lebih tinggi lagi," ucap David.

BERITA TERKAIT

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…

Besar Permintaan Saat Pandemi - Itama Ranoraya Fokus Jualan Plasma

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) memfokuskan penjualan perangkat dan berbagai alat penunjang terapi Plasma…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…

Besar Permintaan Saat Pandemi - Itama Ranoraya Fokus Jualan Plasma

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) memfokuskan penjualan perangkat dan berbagai alat penunjang terapi Plasma…