Program Strategis Hut Pasar Modal - IDX Quality 30 Banyak Diminati Manajer Investasi

NERACA

Jakarta – Tahun ini menjadi tahun penuh tantangan bagi industri pasar modal. Dimana di usianya ke-43, pasar modal dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian sehingga berimbas terhadap kinerja emiten di pasar modal dan juga laju indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkoreksi pada level terendah.

Meski demikian, pasar modal kembali tangguh terhadap goncangan seiring dengan jumlah pertumbuhan investor lokal di pasar modal. Maka dalam rangka memacu pertumbuhan dan likuiditas di pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berinovasi dalam layanan dan juga produk, salah satunya memperkenalkan satu indeks baru yang dapat dijadikan panduan berinvestasi di pasar modal, yaitu IDX Quality 30.

Kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, peluncuran indeks baru di pasar modal diharapkan bisa menjadi salah satu tolok ukur bagi investor. Dirinya menyampaikan bahwa sejauh ini sudah ada beberapa manajer investasi yang berminat untuk menggunakan indeks IDX Quality 30 sebagai indeks acuan maupun indexing produk reksa dana.“IDXQ30 baru dilunrukan hari ini, memang belum ada [MI] yang menggunakannya. Tapi yang minat sudah ada beberapa,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Inarno menjelaskan bahwa indeks IDX Quality30 merupakan indeks yang berbasis faktor kualitas fundamental perusahaan. Pemilihan 30 saham konstituennya dilihat dari perusahaan-perusahaan yang secara historis relatif memiliki profitabilitas tinggi, solvabilitas baik, pertumbuhan laba stabil dengan likuiditas transaksi tinggi, serta kinerja keuangan yang baik.

Disampaikannya, penghuni indeks anyar ini dipilih dari saham-saham konstituen indeks IDX30 menggunakan metote Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighting & Quality Factored dengan batasan bobot saham paling tinggi sebesar 15 persen yang disesuaikan pada saat evaluasi. Indeks ini diharapkan dapat digunakan oleh investor sebagai panduan untuk berinvestasi dan sebagai landasan acuan bagi penyusunan produk-produk pasar modal seperti reksa dana, ETF, serta produk-produk derivatif lainnya.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi menambahkan, IDX Quality 30 dibuat setelah pihaknya mendapatkan respons cukup baik atas peluncuran dua indeks faktor (factor index) pada tahun lalu, yakni IDX Value 30 dan IDX Grow 30. Asal tahu saja, masih dalam rangkaian perayaan hari jadi pasar modal ke-43, BEI meluncurkan sejumlah program strategis dan salah satunya sistem penawaran umum elektronik atau e-IPO.

Kemudian ada juga peluncuran e-proxy, roadmap pengembangan pasar modal syariah dan terakhir IDX Virtual Trading, yaitu perangkat dan alat simulasi trading sebagai sarana edukasi yang dapat digunakan oleh calon investor sebelum menjadi investor.  Rangkaian aplikasi ini terdiri dari tiga kelompok, yakni aplikasi untuk belajar dan simulasi transaksi online, aplikasi untuk membuka rekening online dan terakhir aplikasi untuk bertransaksi online. 

Dua aplikasi terakhir sudah tersedia di website bursa dan 60 anggota bursa, dan akan ada di smartphone pada September 2020. Diharapkan aplikasi ini dapat mendorong basis investor lokal. 

 

BERITA TERKAIT

Sentul City Bukukan Rugi Bersih Rp 234,49 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL)  mencatatkan rugi bersih di paruh pertama tahun ini sebesar Rp234,49 miliar…

Belum Rilis Laporan Keuangan dan Denda - BEI Beri Denda dan Peringatan Bagi 24 Emiten

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan peringatan tertulis III disertai denda Rp150 juta kepada 24 perusahaan tercatat…

Telkom Dukung Pertamina Digitalisasi SPBU

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengimplementasikan program digitalisasi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentul City Bukukan Rugi Bersih Rp 234,49 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL)  mencatatkan rugi bersih di paruh pertama tahun ini sebesar Rp234,49 miliar…

Belum Rilis Laporan Keuangan dan Denda - BEI Beri Denda dan Peringatan Bagi 24 Emiten

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan peringatan tertulis III disertai denda Rp150 juta kepada 24 perusahaan tercatat…

Telkom Dukung Pertamina Digitalisasi SPBU

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengimplementasikan program digitalisasi…