Pendapatan Trisula Textile Tumbuh 14,78%

NERACA

Jakarta - Emiten penyedia kain, seragam, dan fashion berkualitas, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) membukukan kinerja positif pada semester pertama 2020. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, pendapatan BELL mencapai Rp 300,99 miliar atau naik 14,78% dari periode sama tahun lalu.

Kemudian laba bruto BELL hingga kuartal II/2020 juga tumbuh 9,52% yoy menjadi sebesar Rp 69,67 miliar. Karsongno Wongso Djaja, Direktur Utama BELL mengatakan, kenaikan  pendapatan didorong  penjualan dari segmen distribusi dan manufaktur  yang masih berjalan cukup baik,”Tahun ini terdapat  tambahan kontribusi pendapatan dari segmen bisnis ritel JOBB dan Jack Nicklaus,”ujarnya.

Namun, pandemi Covid 19 dan berbagai pembatasan membuat banyak toko ritel tutup sehingga BELL menyiapkan strategi-strategi untuk menghadapi tantangan ini, yaitu dengan meningkatkan pemasaran online dan inovasi produk. Asal tahu saja, perseroan melalui entitas anak usahanya, PT  Mido Indonesia, melakukan penjualan online untuk merek dagang JOBB dan Jack Nicklaus. Ke depan, BELL akan terus meningkatkan pemasaran online di era new normal ini.  Di sisi  lain, dalam menangkap peluang di new normal, BELL juga sedang  mengembangkan kain sehat yang aman dan nyaman digunakan untuk berbagai jenis pakaian sesuai kebutuhan.

Sebagai tahap awal, melalui kain sehat ini  BELL memproduksi jaket lipat (foldable jacket) dengan merek perseroan, yaitu JOBB. Jaket lipat ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beraktivitas di era new normal sebagai pelindung tambahan.  “Kami  harap adanya inovasi kain  sehat ini, kami dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pandemi Covid19 dengan memberikan  produk  yang  dibutuhkan,” ujar Karsongno.

Adanya pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap pencapaian bisnis perseroan. Oleh karena itu, perseroan sudah memproyeksikan penjualan bakal susut dua digit atau hingga 30% year on year (yoy) di sepanjang tahun ini.  Meski begitu, BELL telah  menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya. 

Direktur PT Trisula Textile Industries Tbk, R Nurwulan K pernah menjelaskan, adanya pandemi corona membuat target kinerja di 2020 tidak sebagus 2019 karena kondisinya berbeda.  "Jadi penjualan diproyeksikan akan turun sekitar 30% dibandingkan 2019 sehingga ini akan berdampak pada proyeksi laba bersih di 2020," ujarnya.

Nurwulan berpikir, kondisi seperti ini yaitu menyusutnya penjualan, tidak hanya dialami BELL saja tetapi juga perusahaan lain akibat dampak corona.  Merosotnya penjualan yang telah diproyeksikan emiten tekstil dan garmen ini, juga mempertimbangkan efek corona yang menimbulkan banyak ketidakpastian. 

Perseroan sendiri melihat keadaan saat ini, selama belum ditemukan vaksin untuk corona maka dianggap persoalan pandemi belum selesai. Oleh karenanya, perseroan harus berhati-hati dalam mengkaji target dan rencana bisnis untuk tahun 2020. Salah satu rencana bisnis di tahun ini adalah dengan melakukan continuous improvement dan diversifikasi produk dengan meluncurkan variasi produk Kain Sehat yang dibuat menjadi foldable jacket (jaket lipat).

BERITA TERKAIT

Home Credit Wujudkan Mimpi Pelanggan Setia

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Home Credit Indonesia sebagai perusahaan pembiayaan multiguna inklusif berbasis teknologi, memberikan kejutan spesial kepada para…

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Home Credit Wujudkan Mimpi Pelanggan Setia

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Home Credit Indonesia sebagai perusahaan pembiayaan multiguna inklusif berbasis teknologi, memberikan kejutan spesial kepada para…

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…