Laba Nusantara Infrastructure Melorot 60,3%

NERACA

Jakarta – Tinginya beban keuangan menyebabkan perolehan laba bersih PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) ikut terkoreksi di paruh pertama tahun ini. Emiten operator jalan tol ini membukukan laba bersih sebesar Rp36,8 miliar, atau merosot 60,3% dibanding semester satu tahun lalu yang tercatat sebesar Rp92,88 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, menyusutnya laba bersih disebabkan membengkaknya beban konstruksi sebesar 1.604% menjadi Rp699,76 miliar, dibanding semester I 2019, yang tercatat sebesar Rp41,07 miliar. Namun demikian perseroan mengklaim masih tetap mempertahankan kinerja keuangan yang positif pada kuartal dua tahun 2020. Perusahaan mencatatkan pendapatan usaha dan penjualan (revenue and sales) yang masih tumbuh positif sebesar Rp 101.2 miliar pada periode April-Juni 2020 (kuartal dua 2020).

Sementara EBITDA (Earnings Before Interests, Taxes, Depreciation & Amortization) perusahaan pada periode yang sama juga masih dapat tumbuh sebesar Rp 22.2 Miliar. Kontribusi sektor jalan tol masih mendominasi dengan menyumbang 64% dari total pendapatan, disusul dengan sektor energi sebesar 23% dan sektor air bersih 13%. Kinerja positif tersebut juga tercermin dari Earnings per Share(EPS) perusahaan yang tetap bertahan sama dengan kuartal pertama tahun 2020. Selain itu, faktor utama yang berpengaruh terhadap kinerja positif perusahaan adalah mayoritas aset sudah dalam tahap operasional. Sehingga, dampak kondisi perlambatan ekonomi secara nasional tidak secara langsung mempengaruhi ketahanan arus kas (free cash flow),risiko operasional, maupun potensi risiko financial covenant-breach.

General Manager Corporate AffairsPT Nusantara Infrastructure Tbk, Deden Rochmawaty mengungkapkan, tahun ini merupakan tahun yang berat dan juga sangat menantang, khususnya dikarenakan adanya pandemi Covid yang juga berdampak pada sektor bisnis perusahaan. Meski demikian,manajemen berhadap pada semester kedua tahun 2020 ini, perusahaan dapat meraih kinerja operasional dan keuangan yang lebih baik dari semester pertama. “Untuk sektor tol, kami optimis keadaan dapat kembali normal di akhir tahun setelah melewati titik terendah yaitu pada bulan April lalu.Sementara untuk sektor energi dan air, permintaan diharapkan relatif lebih stabil sampai dengan akhir tahun dan tidak menutup kemungkinan dapat sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional di akhir tahun,”ujarnya.

Asal tahu saja, perseroan membukukan pendapatan operasional secara YTD kuartal dua tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, yakni sebesar -20.1% atau setara denganRp -61.3 miliar. Penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya traffic di sektor jalan tol sebesar -27.7% dibandingkan tahun lalu (YTD 2Q-20 vs. YTD 2Q-19). Meskipun terjadi penurunan di sektor jalan tol, perusahaan tetap dapat mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang baik karena adanya kontribusi dari sektor energi terbarukan dan air bersih. Kedua sektor tersebut mencatatkan kinerja operasional yang relatif stabil yakni sektor energi tumbuh sebesar 11,5% (YTD 2Q-20 vs. YTD 2Q-19) dan sektor air bersih relatif stabil kinerja operasionalnya dibandingkan pada periode tahun lalu (YTD 2Q-20 vs. YTD 2Q-19).

 

 

BERITA TERKAIT

Home Credit Wujudkan Mimpi Pelanggan Setia

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Home Credit Indonesia sebagai perusahaan pembiayaan multiguna inklusif berbasis teknologi, memberikan kejutan spesial kepada para…

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…

Besar Permintaan Saat Pandemi - Itama Ranoraya Fokus Jualan Plasma

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) memfokuskan penjualan perangkat dan berbagai alat penunjang terapi Plasma…