Bukukan Rugi Rp 3 Miliar - Pasar Properti Lesu Tekan Kinerja Agung Podomoro

NERACA

Jakarta- Terpukulnya industri properti akibat Covid-19 dirasakan dampaknya terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN). Emiten properti ini membukukan kerugian yang diatribusikan terhadap entitas induk Rp 3 miliar pada semester pertama tahun ini. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, APLN masih mencatatkan laba bersih Rp 143,38 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseoan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, penjualan dan pendapatan usaha yang mengalami penurunan 12,01% menjadi Rp 1,72 triliun dari sebelumnya Rp 1,95 triliun. Perseroan juga mengalami kerugian yang disebabkan selisih kurs sebesar Rp 159,17 miliar dari tahun sebelumnya laba Rp 107,07 miliar. Selain itu, perseroan membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) di luar PPN sebesar Rp531,8 miliar pada semester pertama tahun ini, dimana Podomoro Golf View, Podomoro Park Bandung dan Podomoro City Deli Medan berkontribusi lebih dari 75%.

Di semester pertama tahun ini, perusahaan membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp1.1 triliun atau turun priode yang sama tahun lalu Rp 1,3 triliun dan pendapatan berulang sebesar Rp601,5 miliar dibukukan dalam semester pertama 2020 turun dari Rp628,6 miliar dibukukan pada semester pertama tahun lalu. Perusahaan membukukan laba kotor sebesar Rp850,4 miliar pada semester pertama dengan marjin laba kotor 49,4% dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp921,8 miliar dengan marjin laba kotor 47,1%.

Perusahaan membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp116,7 milliar pada semester pertama tahu  ini turun dari Rp190,8 miliar priode yang sama tahun lalu. Dalam menjalankan bisnisnya di tengah pandemi, perusahaan melakukan pengaturan bekerja dari rumah (selama masa PSBB), dan pengaturan hari-hari bekerja di kantor dan bekerja dari rumah. Selain itu, dilakukan pemotongan gaji mulai bulan April 2020.

Berangkat dari kondisi pandemi saat ini, perseroan telah memprediksi penurunan pendapatan 25% dan proyeksi penurunan laba 75% tahun ini. Sejak Maret 202, perseroan sudah menempuh beberapa inisiatif untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19 antara lain: efisiensi biaya kepegawaian dengan menentukan kebijakan: tidak melakukan penerimaan karyawan baru, tidak memperpanjang perjanjian kerja waktu tertentu karyawan yang berakhir.

Perseroan mengutamakan internal training, pengurangan gaji karyawan mulai bulan April 2020 dan akan dievaluasi menyesuaikan dengan perkembangan; efisiensi biaya marketing dan promosi antara lain dengan meniadakan acara-acara yang bersifat keramaian dan mengurangi biaya promosi/iklan penjualan; seluruh direktorat dan unit usaha wajib melakukan efisiensi biaya di berbagai bidang.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan peringkat kredit jangka panjang PT Agung Podomoro Land Tbk seiring dengan tekanan likuiditas di perusahaan properti tersebut. Peringkat surat utang senior US$300 juta dipangkas dari CCC+ ke CCC-, peringkat yang masuk kuadran rawan gagal bayar.

Berdasarkan laporan Fitch yang dikutip Bisnis, penurunan peringkat dipicu risiko likuiditas yang berasal dari jatuh tempo surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) sebesar RP350 miliar. MTN itu akan jatuh tempo pada 20 Agustus 2020.

BERITA TERKAIT

Pemilik Apartemen Essence Darmawangsa Tolak Proposal Perdamaian

Pemilik apartemen Essence Darmawangsa mengajukan penolakan terhadap proposal perdamaian yang telah diberikan oleh pihak PT. Prakarsa Semesta Alam (PSA). Sikap…

Tender TPPI Berjalan Secara Transparan dan Bersih

Kabar baik muncul dari rencana pembangunan pusat produksi olefin dan aromatik di kompleks PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Impian…

PT Timah Siap Lunasi Obligasi Rp 600 Miliar

NERACA Jakarta –Pangkas beban utang dan juga menunjukkan eksistensi bahwa PT Timah Tbk (TINS) masih menjalankan keberlangsungan usaha yang positif…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Pemilik Apartemen Essence Darmawangsa Tolak Proposal Perdamaian

Pemilik apartemen Essence Darmawangsa mengajukan penolakan terhadap proposal perdamaian yang telah diberikan oleh pihak PT. Prakarsa Semesta Alam (PSA). Sikap…

Tender TPPI Berjalan Secara Transparan dan Bersih

Kabar baik muncul dari rencana pembangunan pusat produksi olefin dan aromatik di kompleks PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Impian…

PT Timah Siap Lunasi Obligasi Rp 600 Miliar

NERACA Jakarta –Pangkas beban utang dan juga menunjukkan eksistensi bahwa PT Timah Tbk (TINS) masih menjalankan keberlangsungan usaha yang positif…