Temuan Vaksin Sentimen Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/7), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 14,68 poin atau 0,29% ke posisi 5.079,12. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,48 poin atau 0,44% menjadi 795,33.”Penguatan indeks tidak lepas dari sentimen positif yang dominan yaitu kemajuan usaha penemuan vaksin oleh Pfizer dan BioNTech, dimana dua calon vaksin mereka mendapat label fast track dari FDA dan siap produksi masal akhir tahun," kata analis Indo Premier Sekuritas, Mino di Jakarta,  kemarin.

Secara sektoral, enam sektor meningkat dimana sektor industri dasar naik paling tinggi yaitu 1,53%, diikuti sektor manufaktur dan sektor konsumer masing-masing 1,24% dan 1,15%. Sedangkan empat sektor terkoreksi dimana sektor properti turun paling dalam yaitu minus 1,04%, diikuti sektor pertambangan dan sektor infrastruktur masing-masing minus 0,86% dan minus 0,39%.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp160 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 683.631 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,14 miliar lembar saham senilai Rp7,25 triliun. Sebanyak 179 saham naik, 225 saham menurun, dan 172 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore antara lain indeks Nikkei ditutup melemah 197,73 poin atau 0,87% ke 22.587,01, indeks Hang Seng turun 294,23 poin atau 1,14% menjadi 25.477,89, dan indeks Straits Times melemah 8,93 poin atau 0,34% ke 2.622,15. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 3,84 poin atau 0,08% ke posisi 5.068,28. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 0,63 poin atau 0,08% menjadi 792,48.

Menurut tim riset Phintraco Sekuritas, mempertimbangkan sentimen global dan domestik, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa (14/7). Dari dalam negeri, pelaku pasar akan menantikan rilis data neraca perdagangan Indonesia.

Merebaknya wabah Covid-19 di seluruh dunia, berpotensi menyebabkan penurunan aktivitas perdagangan Indonesia. Walaupun aktivitas perdagangan diperkirakan akan menurun, neraca dagang diperkirakan masih akan surplus pada periode kuartal II 2020.

Masih dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan menantikan rilis hasil Rapat Dewan Gubenur Bank Indonesia (RDG BI) pada Kamis (16/7) mendatang. Bank sentral diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25%. Seiring dengan sentimen di atas, pelaku pasar disarankan sebaiknya tidak terlalu agresif dalam melakukan akumulasi beli.

BERITA TERKAIT

Sarana Menara Raih Pendapatan Rp3,68 Triliun

NERACA Jakarta –Perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Tengok saja,…

Hadapi Tiga Tantangan, Laba Elnusa Menyusut 16%

NERACA Jakata – Fluktuatifnya harga minya dunia memberikan pengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Elnusa Tbk (ELSA). Dimana anak usaha…

Betonjaya Manunggal Raup Untung Rp 4,13 Miliar

NERACA Jakarta –Emiten produsen baja, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,13 miliar. Posisi tersebut…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sarana Menara Raih Pendapatan Rp3,68 Triliun

NERACA Jakarta –Perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Tengok saja,…

Hadapi Tiga Tantangan, Laba Elnusa Menyusut 16%

NERACA Jakata – Fluktuatifnya harga minya dunia memberikan pengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Elnusa Tbk (ELSA). Dimana anak usaha…

Betonjaya Manunggal Raup Untung Rp 4,13 Miliar

NERACA Jakarta –Emiten produsen baja, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,13 miliar. Posisi tersebut…