Usia Ke-28 Pasar Modal - E-IPO Jadi Kado Yang Siap Diimplementasikan

NERACA

Jakarta – Memasuki usia pasar modal yang ke-28 tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah diri melakukan pengembangan dan transformasi menjadi lebih baik lagi. Apalagi tahun ini, tahun yang penuh tantangan mendorong BEI melakukan inovasi dan memacu pertumbuhan emiten dan investor pasar modal. Dimana salah satu upaya BEI dalam mendorong pertumbuhan emiten adalah kemudahan dalan penawaran umum perdana saham.

Saat ini pihak BEI terus menggodok rencana penawaran umum saham perdana secara elektronik atau electronic initial public offering (e-IPO) yang diyakini dapat menggenjot jumlah investor di pasar modal. Pasalnya, dengan transparansi yang ditawarkan sistem elektronik tersebut makin banyak investor yang dapat berpartisipasi dalam proses IPO.

Hal inipun diakui Presiden Direktur CSA Institute, Aria Santoso bahwa e-IPO merupakan penyesuaian mekanisme IPO dengan kemajuan teknologi. Pada akhirnya, bakal tercipta kemudahan bagi banyak pihak untuk melakukan proses IPO dan terbuka peluang bagi investor untuk ikut dalam penawaran saham perdana.”Dengan e-IPO memang pada akhirnya juga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak investor tanpa batasan jarak dan administrasi secara fisik,” jelas Aria di Jakarta, kemarin.

Dari sisi calon emiten, Aria berpendapat e-IPO bakal menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kendati demikian, tentu tidak hanya sistem e-IPO yang menjadi pertimbangan untuk melakukan IPO melainkan juga faktor lain yang dianggap perlu oleh calon perusahaan tercatat.

Dengan adanya e-IPO, lanjut Aria, telah menjadi bukti keselarasan BEI dan regulator pasar modal dalam memanfaatkan kemajuan teknologi dan digital untuk menambah efisiensi dan transparansi pasar modal Indonesia. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyampaikan aturan pelaksanaan e-IPO telah ditetapkan oleh OJK pada awal bulan ini dan akan diimplementasikan pada awal tahun depan.

Nantinya, seluruh perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB) diwajibkan untuk memberlakukan e-IPO dalam proses penjaminan emisi efek. “Ditetapkan 1 Juli 2020, diberlakukan 6 bulan kemudian. Berarti mulai wajib tanggal 1 Januari 2021,” kata Laksono.

Adapun aturan pelaksanaan e-IPO tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 41/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk Secara Elektronik tertanggal 2 Juli 2020. Dalam aturan tersebut, ketentuan e-IPO mulai berlaku bagi emiten yang menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada OJK setelah 6 bulan terhitung sejak POJK diberlakukan.

OJK mencatat aturan e-IPO dikeluarkan untuk meningkatkan ketersebaran investor, meningkatkan jumlah investor publik, dan untuk meningkatkan akuntabiitabilitas serta transparansi dalam penentuan harga penawaran umum. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen mengungkapkan, sistem e-IPO bisa memberikan kontribusi positif dalam hal percepatan dan efisiensi penawaran umum saham.

Selain itu, e-IPO dapat membentuk harga penawaran umum yang lebih transparan serta perluasan akses investor pada pasar perdana. Implementasi e-IPO juga merupakan contoh program OJK dalam pengembangan infrastruktur pasar modal.”Perlu untuk menerapkan teknologi dalam proses book building dan penawaran efek dalam penawaran umum,”ujarnya.

BERITA TERKAIT

Sentul City Bukukan Rugi Bersih Rp 234,49 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL)  mencatatkan rugi bersih di paruh pertama tahun ini sebesar Rp234,49 miliar…

Belum Rilis Laporan Keuangan dan Denda - BEI Beri Denda dan Peringatan Bagi 24 Emiten

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan peringatan tertulis III disertai denda Rp150 juta kepada 24 perusahaan tercatat…

Telkom Dukung Pertamina Digitalisasi SPBU

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengimplementasikan program digitalisasi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentul City Bukukan Rugi Bersih Rp 234,49 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL)  mencatatkan rugi bersih di paruh pertama tahun ini sebesar Rp234,49 miliar…

Belum Rilis Laporan Keuangan dan Denda - BEI Beri Denda dan Peringatan Bagi 24 Emiten

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan peringatan tertulis III disertai denda Rp150 juta kepada 24 perusahaan tercatat…

Telkom Dukung Pertamina Digitalisasi SPBU

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengimplementasikan program digitalisasi…