Terapkan Prinsip Kehati-Hatian - BRPT Optimis Target Pendapatan Tercapai

NERACA

Jakarta – Meskipun pasar pariwisata saat ini masih lesu akibat pandemi, hal tersebut tidak mempengaruhi target bisnis PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) yang sudah dipatok tahun ini.  Sebagai informasi, emiten yang bergerak di bidang jasa transportasi masih tetap optimis target pendapatan tahun ini seesar Rp 184,41 miliar bakal tercapai.

Paulus Handigdo, Direktur Utama Batavia Prosperindo Trans Tbk menyampaikan, target pendapatan yang sudah dipasang tersebut meningkat sekitar 13,42% dari perolehan tahun 2019 yang sebesar Rp 162,59 miliar. Pihaknya memang tidak memproyeksikan pertumbuhan yang sangat besar di setiap tahunnya, rata-rata hanya meningkat sekitar 15% pertumbuhannya.”Kendala yang kita hadapi secara umum saat ini adalah perlambatan ekonomi secara global, pandemi yang dirasakan di seluruh dunia, market di Amerika yang tetep belum terlalu stabil, customer yang kita harapkan juga tidak berani memberikan kontrak jangka panjang, dan adanya kekhawatiran akan naiknya suku bunga pembiayaan untuk pengadaan mobil oleh karena itu di awal tahun kemarin kita tidak berani melakukan pembelian terlalu besar," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Paulus menjelaskan, target pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis, salah satunya fokus pada kepuasan pelanggan melalui pelayanan yang maksimal atau Service Oriented. Kemudian untuk melancarkan aliran cashflow, perseroan akan melakukan reaksi cepat atas pelanggan yang berpotensi terlambat dalam melakukan pembayaran. Selain itu, lanjut Paulus, perseroan berkomitmen untuk menjaga daftar penghasil pendapatan utama agar selalu terbagi setidaknya 8 variasi pelanggan sehingga lebih diversified, meskipun begitu pelanggan saat ini sudah melebihi dari target tersebut.

Paulus menambahkan perseroan juga ke depanya berencana mengembangkan sistem informasi teknologi yang tepat guna agar dapat mengoptimalkan beban biaya dan juga melakukan penyempurnaan System In House perseroan sehingga meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan. Sebagai informasi, pada kuartal pertama di 2020, perseroan membukukan pendapatan sebanyak Rp 41,69 miliar atau meningkat tipis 2,43%, dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu Rp 40,70 miliar.

Pendapatan ini sebagian besar dikontribusi oleh sewa operasi senilai Rp 38,97 miliar dan jasa pengemudi sejumlah Rp 826,10 juta, dari sisi logistik sendiri perseroan mendapatkan penghasilan yakni Rp 5,11 miliar dari PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir. Peningkatan itu sejalan dengan beban pokok pendapatan yang terangkat 6.29% menjadi Rp 24,67 miliar sehingga perseroan memperoleh laba bruto Rp 17,02 miliar. Kemudian sejumlah beban seperti gaji dan tunjangan naik 29.03% sedangkan beban umum dan administrasi dapat perseroan tekan hingga 14.12%. Alhasil setelah dikurangi beban keuangan dan pajak emiten berkode saham BPTR ini mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 miliar, turun 39.19% dari sebelumnya di tahun 2019 yaitu Rp 3.47 miliar. “Penurunan laba tersebut diakibatkan meningkatnya beban perawatan kendaraan yang kami miliki, seiring dengan usia kendaraan yang semakin tua,” pungkasnya.



BERITA TERKAIT

Pemilik Apartemen Essence Darmawangsa Tolak Proposal Perdamaian

Pemilik apartemen Essence Darmawangsa mengajukan penolakan terhadap proposal perdamaian yang telah diberikan oleh pihak PT. Prakarsa Semesta Alam (PSA). Sikap…

Tender TPPI Berjalan Secara Transparan dan Bersih

Kabar baik muncul dari rencana pembangunan pusat produksi olefin dan aromatik di kompleks PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Impian…

PT Timah Siap Lunasi Obligasi Rp 600 Miliar

NERACA Jakarta –Pangkas beban utang dan juga menunjukkan eksistensi bahwa PT Timah Tbk (TINS) masih menjalankan keberlangsungan usaha yang positif…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Pemilik Apartemen Essence Darmawangsa Tolak Proposal Perdamaian

Pemilik apartemen Essence Darmawangsa mengajukan penolakan terhadap proposal perdamaian yang telah diberikan oleh pihak PT. Prakarsa Semesta Alam (PSA). Sikap…

Tender TPPI Berjalan Secara Transparan dan Bersih

Kabar baik muncul dari rencana pembangunan pusat produksi olefin dan aromatik di kompleks PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Impian…

PT Timah Siap Lunasi Obligasi Rp 600 Miliar

NERACA Jakarta –Pangkas beban utang dan juga menunjukkan eksistensi bahwa PT Timah Tbk (TINS) masih menjalankan keberlangsungan usaha yang positif…