Menilik Potensi Ledakan 'Corona Baby' Kala Pandemi

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berdampak terhadap menurunnya pelayanan program keluarga berencana (KB) di Indonesia. Kondisi itu disebut memicu ledakan 'corona baby'. 'Corona baby' sendiri merupakan istilah yang merujuk pada kehamilan tak terencana selama masa karantina mandiri akibat pandemi Covid-19. Terhentinya layanan program KB disebut-sebut sebagai salah satu penyebabnya.

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut, terjadi penurunan sebanyak lebih dari sejuta pelayanan selama periode Januari-April 2020.

"Padahal pemerintah menggencarkan program KB untuk menekan angka kelahiran sehingga penduduk Indonesia bisa tumbuh seimbang," ujar Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan resmi dari DKT Indonesia dikutip dari CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Pelaksanaan program KB sendiri mengandalkan kegiatan tatap muka seperti sosialisasi, penyuluhan, dan layanan kontrasepsi. Pandemi membuat banyak orang takut mengakses layanan KB di fasilitas layanan kesehatan.

Hal itu diperparah dengan banyaknya dokter dan bidan yang tidak berpraktik karena tak memiliki alat pelindung diri yang memadai untuk mencegah penularan Covid-19. Belum lagi ditambah dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan KB mandiri selama masa pandemi.

BKKBN menangkap ada penurunan penggunaan alat kontrasepsi pada Maret 2020. Dibanding Februari 2020, terjadi penurunan alat kontrasepsi sebanyak 35-47 persen pada Maret 2020. Imbasnya, bakal terjadi peningkatan kehamilan tidak terencana sebesar 15 persen pada 2021.

"Peningkatan angka kehamilan apalagi yang tidak direncanakan akan menimbulkan masalah bagi keluarga di tengah situasi ekonomi yang sedang lesu dan tantangan bagi pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk," kata Hasto.

Menanggapi hal tersebut, Assistant Representative United Nations Population Fund (UNFPA), Melania Hidayati mengatakan, jika masa karantina berlangsung selama enam bulan, maka sebanyak 47 juga perempuan tidak mendapatkan akses kontrasepsi modern. Dia juga memprediksi adanya penambahan 7 juta angka kehamilan tidak direncanakan.

Wanita Hamil Rentan Infeksi

Dengan meningkatnya angka kehamilan yang tidak direncanakan, masa pandemi menjadi waktu yang berbahaya bagi ibu hamil. Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurdjasmi mengatakan, kekebalan tubuh wanita hamil akan menurun sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

Hal tersebut menjadi tantangan untuk para bidan selama memberikan layanan kesehatan reproduksi. Layanan kesehatan, lanjut Emi, harus benar-benar memperhatikan standar keamanan. "Di masa new normal,sangat penting untuk memastikan bahwa bidan bisa terus melanjutkan pemberian layanan kesehatan reproduksi termasuk pemasangan alat kontrasepsi secara aman, baik bagi bidan maupun pasien," kata Emi.

BERITA TERKAIT

Penyakit Berbahaya Akibat Polusi Udara: ISPA hingga Kanker

Indonesia berada di posisi ke-9 sebagai negara terpolusi di dunia. Laporan teranyar dari Air Quality Life Index (AQLI) menemukan, polusi…

Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional, Lokasi Rawan Corona

Pasar, jadi salah satu lokasi yang menurut Satuan Tugas Penanganan Covid-19 rawan penularan atau menjadi klaster penularan virus corona. Selain…

Aturan Melahirkan di Masa Pandemi Covid-19 dari Kemenkes

Kementerian Kesehatan mengeluarkan aturan penanganan melahirkan di rumah sakit. Aturan melahirkan di masa pandemi virus corona ini dibuat untuk mencegah…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Penyakit Berbahaya Akibat Polusi Udara: ISPA hingga Kanker

Indonesia berada di posisi ke-9 sebagai negara terpolusi di dunia. Laporan teranyar dari Air Quality Life Index (AQLI) menemukan, polusi…

Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional, Lokasi Rawan Corona

Pasar, jadi salah satu lokasi yang menurut Satuan Tugas Penanganan Covid-19 rawan penularan atau menjadi klaster penularan virus corona. Selain…

Aturan Melahirkan di Masa Pandemi Covid-19 dari Kemenkes

Kementerian Kesehatan mengeluarkan aturan penanganan melahirkan di rumah sakit. Aturan melahirkan di masa pandemi virus corona ini dibuat untuk mencegah…