Laba Japfa Comfeed Tumbuh 10,65%

NERACA

Jakarta - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) berhasil membukukan laba berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di kuartal pertama 2020 sebesar Rp 343 miliar atau naik 10,65% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 310 miliar. Perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin menjelaskan, kenaikan ini ditopang oleh penjualan dan pendapatan usaha yang naik 6,07% menjadi Rp 9,08 triliun dari sebelumnya Rp 8,56 triliun.

Perseroan mengungkapkan, pertumbuhan pendapatan dikontribusi oleh meningkatnya penjualan neto dari peternakan dan hasil olah peternakan yang dimiliki perseroan sebanyak 17,92% menjadi Rp 3,75 triliun dari periode 2019 senilai Rp 3,18 triliun. Dimana segmen peternakan sapi berkontribusi sejumlah Rp 315 miliar atau naik 3,96% dari tahun lalu menyumbang Rp 303 miliar. Selain itu, pertumbuhan yang signifikan terlihat pada segmen perdagangan lain yang mencapai 109,89% yakni Rp 382 miliar dari kuartal I-2019 yang mencetak Rp 182 miliar.

Kemudian dengan pertumbuhan pendapatan tersebut berimbas pada naiknya beban pokok penjualan perseroan sejumlah Rp 7,48 triliun, terangkat sebanyak 4,76% apabila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yakni Rp 7,14 triliun. Adapun dengan meningkatnya beban tersebut memicu laba bruto perseroan naik menjadi Rp 1,59 triliun. Lebih lanjut pada pos beban peningkatan juga terjadi pada beban penjualan dan pemasaran sebanyak 23,25% menjadi Rp 281 miliar dari tahun sebelumnya yaitu Rp 228 miliar. Ini diikuti oleh beban umum dan administrasi sejumlah Rp 734 atau setara dengan 8,74% dari kuartal I-2019 sebesar Rp 675 miliar.

Kendati demikian perseroan dapat mencetak pertumbuhan laba usaha sebanyak 19,13% menjadi 654 miliar dari periode yang sama yakni Rp 549 miliar,” jelas manajemen. Di sisi lain, total aset perseroan per Maret 2020, tercatat sebanyak Rp 27, 64 triliun meningkat 9,77% dari tahun sebelumnya yaitu Rp 25,18 triliun, dengan rincian aset lancar sebanyak Rp 13,95 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 13.69 triliun.

Meski laba bertumbuh, segmen liabilitas perseroan juga menunjukan peningkatan sebanyak Rp 16,08 triliun atau terangkat 17.12% setelah pada tahun sebelumnya membukukan liabilitas Rp 13.73 triliun, yang terdiri atas liabilitas jangka panjang sebesar Rp 7,57 triliun dan liabilitas jangka panjang sejumlah Rp 8,51 triliun.

BERITA TERKAIT

Sentul City Bukukan Rugi Bersih Rp 234,49 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL)  mencatatkan rugi bersih di paruh pertama tahun ini sebesar Rp234,49 miliar…

Belum Rilis Laporan Keuangan dan Denda - BEI Beri Denda dan Peringatan Bagi 24 Emiten

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan peringatan tertulis III disertai denda Rp150 juta kepada 24 perusahaan tercatat…

Telkom Dukung Pertamina Digitalisasi SPBU

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengimplementasikan program digitalisasi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentul City Bukukan Rugi Bersih Rp 234,49 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL)  mencatatkan rugi bersih di paruh pertama tahun ini sebesar Rp234,49 miliar…

Belum Rilis Laporan Keuangan dan Denda - BEI Beri Denda dan Peringatan Bagi 24 Emiten

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan peringatan tertulis III disertai denda Rp150 juta kepada 24 perusahaan tercatat…

Telkom Dukung Pertamina Digitalisasi SPBU

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengimplementasikan program digitalisasi…