Intiland Cetak Laba Bersih Rp 251,43 Miliar

NERACA

Jakarta – Lesunya bisnis properti di tahun 2019 kemarin, rupanya tidak berdampak terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Intiland Development Tbk (DILD). Dimana emiten properti in, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp251,43 miliar di 2019,  naik 23,46% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp203,66 miliar. Dengan begitu, laba per saham yang diatribusikan ikut meningkat 20% dari posisi Rp20 ke Rp24.

Perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin menjelaskan, peningkatan laba bersih pada 2019 ditopang oleh pos penjualan entitas asosiasi yang menyumbang sebesar Rp446,90 miliar. Pasalnya, pada 2018 pos ini tidak mencatatkan penghasilan sama sekali. Perseroan menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Surabaya Jasa Medika (SJM) kepada PT Istana Mobil Surabaya Indah. SJM merupakan pengelola National Hospital Surabaya.

Dari sisi top line, perseroan mencetak pendapatan sebesar Rp2,736 triliun naik 7,21% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp2,55 triliun. Namun seiring naiknya pendapatan, beban pokok juga ikut naik 3,75% menjadi Rp1,60 triliun. DILD juga tercatat melakukan efisiensi pada beban penjualan sebesar 0,51% menjadi Rp444,62 miliar.

Selain itu, total liabilitas perseroan mencapai Rp7,54 triliun. Liabilitas jangka pendek sebesar Rp3,55 triliun dengan liabilitas jangka panjang Rp3,99 triliun. Adapun total aset mencapai Rp14,77 triliun dengan aset lancar sebesar Rp4,18 triliun. Lalu aset tidak lancar tercatat Rp10,59 triliun. Sepanjang tahun lalu perseroan menghabiskan dana Rp503,57 miliar untuk kas operasional. Jumlah ini naik 1.6735 dari posisi tahun sebelumnya Rp28,40 miliar. Membengkaknya segmen ini karena pos kas dihasilkan dari operasi mencatatkan penurunan signifikan dari posisi Rp603,83 miliar menjadi Rp148,14 miliar.

Dengan begitu laba kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp1,41 triliun. Sebagai informasi, perseroan tahun ini memasang target pertumbuhan kinerja yang moderat di tengah ketidakpastian yang melanda sektor properti. Perseroan mematok target pendapatan dan laba di kisaran 5% s.d 10%.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono pernah bilang, perseroan masih mengkaji angka final dari target pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2020 seiring dengan perkembangan pasar dan implementasi standar pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) 71, 72, dan 73. 

Archied mengatakan tahun ini perseroan akan cenderung lebih berhati-hati sehingga akan lebih banyak mencermati pasar sebelum ekspansi proyek baru. DILD masih akan fokus terhadap pengembangan proyek yang sudah ada, antara lain apartemen 57 promenade, SQ residence, Rosebay,  Praxis , Spazio Tower, dan beberapa proyek rumah tapak di Jakarta dan Surabaya. 

Oleh karena itu, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini hanya sekitar Rp1,5 triliun yang akan digunakan untuk konstruksi proyek-proyek tersebut. Sumber dana belanja modal tersebut nantinya akan berasal dari kas internal dan penerimaan konsumen.

 

BERITA TERKAIT

Sikapi Kasus Sinarmas AM - Bibit Tumbuh Bersama Tunjuk Presdir Baru

NERACA Jakarta –Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas sikap yang kurang tepat, PT Bibit Tumbuh Bersama selaku agen penjual reksadana dari…

Penjualan Sky Energy Indonesia Turun 9,87%

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) mencatatkan kinerja keuangan negatif. Berdasarkan laporan keuangan yang…

Trafik Data XL Naik 25% di Saat Lebaran

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat kenaikan trafik penggunaan layanan di saat lebaran Idul Fitri 1441 H.…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sikapi Kasus Sinarmas AM - Bibit Tumbuh Bersama Tunjuk Presdir Baru

NERACA Jakarta –Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas sikap yang kurang tepat, PT Bibit Tumbuh Bersama selaku agen penjual reksadana dari…

Penjualan Sky Energy Indonesia Turun 9,87%

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) mencatatkan kinerja keuangan negatif. Berdasarkan laporan keuangan yang…

Trafik Data XL Naik 25% di Saat Lebaran

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat kenaikan trafik penggunaan layanan di saat lebaran Idul Fitri 1441 H.…