Pyridam Farma Bukukan Laba Rp 9,34 Miliar

NERACA

Jakarta – Emiten farmasi, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatatkan perolehan laba bersih pada 2019 senilai Rp9,34 miliar naik 10,6% secara tahunan. Adapun pada 2018, laba bersih perseroan mencapai Rp8,44 miliar. Perseroan dalam laporan keuangan di Jakarta, kemarin menjelaskan pertumbuha laba bersih ditopang oleh efisiensi dan pendapatan lain-lain berupa jasa pendaftaran obat.

Sebaliknya, penjualan bersih perseroan tercatat sebesar Rp247,11 miliar, turun 1,33% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, beban pokok penjualan meningkat 7,62% menjadi Rp106,91 miliar. Penurunan kinerja tersebut diimbangi lewat efisiensi dengan menurunkan sejumlah beban. Beban penjualan dan pemasaran misalnya, tercatat menurun 10,57% menjadi Rp94,33 miliar.

Selain itu, beban keuangan tercatat menurun 13,10% menjadi Rp2,78 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, beban keuangan perseroan mencapai Rp3,2 miliar. Selain melakukan efisiensi, perseroan juga menggenjot laba lewat penjualan aset tetap. Pada tahun lalu, laba atas penjualan aset tetap perseroan mencapai Rp1,04 miliar, naik dari posisi pada 2018 senilai Rp970,9 juta.

Penopang pertumbuhan laba bersih perseroan yang lain adalah peningkatan pendapatan lain-lain bersih. Pendapatan tersebut meningkat 728,92 persen menjadi Rp3,31 miliar. Pendapatan mayoritas diperoleh dari jasa pendaftaran obat yang mencapai Rp2,73 miliar. Sebagai informasi, seperti dikutip inilah, perseroan tengah dibidik untuk diakuisisi oleh investor asal India.

Akuisisi kabar mengakuisisi saham mayoritas PYFA sempat santer seiring dengan ekspnasi global perusahaan asing itu ke wilayah Asia Tenggara. Terkait hal itu, harga saham pihak-pihak akan mendongkrak harga saham perseroan ke kisaran Rp150-200 dalam jangka pendek. Tahun ini, kinerja perseroan diproyeksi meningkat, seiring dengan penguatan rupiah.

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…