Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN - Pertebal Likuiditas

NERACA

Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan bisnis lebih agresif lagi. Maka dalam rangka meningkatkan permodalan guna mendukung pengembangan bisnisnya, perseroan berencana menggelar rights issue. Pada aksi korporasi tersebut, perseroan berharap dana yang dihimpun bisa memenuhi kebutuhan ekuitasnya sebesar Rp 6 triliun.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin perseroan menjelaskan, aksi korporasi tersebut dimaksudkan untuk menangkap peluang bisnis infrastruktur yang tengah dibangun pemerintah. Selain rights issue, perseroan juga telah mengajukan permohonan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun untuk tahun anggaran 2021 dan sebesar Rp 2,9 triliun berasal dari dana publik.Perseroan menjelaskan, pengajuan penyertaan modal negara juga dimaksudkan untuk mempertahankan kepemilikan saham pemerintah sebagai pengendali.

Sebagai informasi, berikut tujuh rencana proyek investasi, di mana Adhi Karya merupakan pemrakarsa. Tol Solo-Yogyakarta, tol Solo-Bawen, tol 6 ruas dalam kota Jakarta, tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated dan prasarana kereta api Loop Line Jakarta. Kemudian ada proyek pengadaan air bersih dari Bendungan Karian untuk Jakarta Barat dan Tangerang Selatan serta

pengolahan Limbah.

Belum lama ini, perseroan dan Shimizu Corporation Indonesia dinyatakan sebagai konsorsium pemenang tender menandatangani kontrak pembangunan proyek MRT Fase 2A dari Bundaran HI hingga Harmoni (CP 201) senilai Rp4,5 triliun. Tahun ini, PT Adhi Karya Tbk menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/ capex) sekitar Rp 18 triliun.

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budi Harto pernah bilang, capex tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan proyek jalan Solo-Yogyakarta-Kulon Progo.”Tahun ini kami anggarkan capex sekitar Rp 18 triliun. Untuk jalan tol Solo- Yogyakarta- Kulon Progo, sebanyak enam ruas,”ujarnya.

Budi menambahkan, pada tahun ini perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp 35 triliun, yang sebagian akan dipenuhi melalui kontrak-kontrak investasi perseroan. Perolehan kontrak baru pada tahun ini masih akan didominasi proyek infrastruktur seperti jalan tol. Selain itu, kontribusi nilai kontrak baru juga akan didapatkan dari proyek gedung dan proyek investasi.

Adapun sebelumnya, perseroan bersama Grup Gama dan PT Daya Mulia Turangga sudah ditetapkan sebagai pemrakarsa proyek jalan tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo. Proyek tersebut sudah masuk tahap pelelangan yang digelar oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR).Namun saat ditanya mengenai proyeksi kinerja keuangan Adhi Karya hingga akhir tahun 2020 Budi belum mau berbicara banyak. “Cukup menarik untuk tahun 2020,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Parwanto Noegroho pernah bilang, perseroan semakin optimistis mencapai target kinerja tahun ini setelah berhasil meraup kontrak baru dengan nilai jumbo pada awal 2020. Disebutkan, perseroan menargetkan dapat meraup pendapatan usaha sebesar Rp22,7 triliun pada tahun ini. Adapun, laba bersih ditarget menembus angka Rp704 miliar. Sementara itu, untuk target nilai kontrak baru pada tahun ini adalah Rp32 triliun. Hingga Januari, perseroan sudah membukukan NKB sebesar Rp408 miliar. Pada Februari, perseroan juga mendapat NKB sedikitnya Rp4,03 triliun dari proyek MRT Jakarta Fase 2, Paket Kontrak CP 201.

BERITA TERKAIT

Optimalisasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK Lewat Aplikasi SIPTL

Dalam pengelolaan negara, prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi hal mutlak guna mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat dan termasuk mencegah adanya potensi…

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kewenangan Perhitungan Kerugian Negara - Mengembalikan Peran dan Pungsi BPK Pada Khittahnya

Kasus gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian publik dan termasuk pelaku industri asuransi yang mengaku khawatir bakal memberikan…

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Dibandrol Mulai Rp 1 Miliar - Kota Modern Pasarkan Kavling Siap Bangun

Perumahan skala kota (township) Kota Modern yang dikembangkan PT Modernland Realty Tbk. di Kota Tangerang, memasarkan kavling siap bangun di…