Perkuat Kepemilikan Saham - Presdir KINO Tambah 100.800 Lembar Saham

NERACA

Jakarta – Perkuat kepemilikan saham di PT Kino Indonesia Tbk (KINO), Presiden Direktur KINO, Harry Sanusi menambah kepemilikan sahamnya dengan membeli sebanyak 100.800 lembar saham di harga Rp 2.892 per saham pada 25 Juni 2019 lalu. Maka dengan demikian, saat ini total kepemilikan sahamnya di Kino Indonesia menjadi sebanyak 135.446.500 lembar saham atau setara dengan 9,4813%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

KINO adalah emiten bergerak dalam kegiatan produksi dan distribusi barang konsumsi terpadu dengan produk seperti body care, makanan dan minuman, dan farmasi. Saat ini Kino Indonesia memiliki 19 merek dengan 16 kategori produk dimana beberapa di antaranya berhasil mendapatkan pilihan merek teratas di kalangan konsumen.

Kino Indonesia juga memiliki joint venture dengan Morinaga & Company Limited dari Jepang untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia yaitu PT. Morinaga Kino Indonesia, yang resmi dibentuk pada 2013. Sebagai informasi, KINO di kuartal tiga 2019 membukukan penjualan sebesar Rp3,48 triliun atau tumbuh 34,13% secara tahunan. Penjualan berasal dari segmen perawatan tubuh yang tumbuh 28,96% menjadi Rp1,64 triliun, diikuti segmen minuman yang tumbuh 18,81% menjadi Rp1,31 triliun.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada segmen farmasi yakni 1.923,59% dari Rp10,8 miliar menjadi Rp218,75 miliar, diikuti makanan sebesar 41,05% menjadi Rp299,22 miliar. Perseroan juga baru membukukan penjualan dari segmen makanan hewan, meski nilaianya kecil, yakni sebesar Rp15,88 miliar.Perseroan mampu menjaga kenaikan beban pokok penjualan di level 31,29%. Sementara itu, beban penjualan naik 34,56%, salah satunya berasal dari kenaikan iklan dan promosi sebesar 27,46% secara tahunan.

Dari situ, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp446,71 miliar per kuartal III/2019, tumbuh 4 kali lipat dibandingkan laba bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp107,38 miliar. Jumlah aset perusahaan per 30 September 2019 sebesar Rp4,66 triliun atau tumbuh 29,67% dari jumlah aset perseroan per 31 Desember 2018 sebesar Rp3,59 triliun. Adapun, jumlah liabilitas sebesar Rp2,01 triliun dan ekuitas Rp2,65 triliun.

 

BERITA TERKAIT

Agustusan di Lazada, Banjir Promo Ratusan Brand Ternama

Setelah sukses menggelar Lazada Mid Year Super Sale di bulan Juli silam, di bulan kemerdekaan Republik Indonesia, Lazada kembali hadirkan…

Rugi Matahari Putra Prima Membengkak 17,32%

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bukukan rugi meningkat 17,32% dari rugi Rp…

Rugi Matahari Putra Prima Membengkak 17,32%

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bukukan rugi meningkat 17,32% dari rugi Rp…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Agustusan di Lazada, Banjir Promo Ratusan Brand Ternama

Setelah sukses menggelar Lazada Mid Year Super Sale di bulan Juli silam, di bulan kemerdekaan Republik Indonesia, Lazada kembali hadirkan…

Rugi Matahari Putra Prima Membengkak 17,32%

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bukukan rugi meningkat 17,32% dari rugi Rp…

Rugi Matahari Putra Prima Membengkak 17,32%

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bukukan rugi meningkat 17,32% dari rugi Rp…