Pengamat Politik: Angela Tanoesoedibjo Cocok Jadi Menteri BUMN

Jakarta, Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Maruf Amin tinggal menghitung hari. Kabinet baru telah disiapkan, salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Angela Tanoesoedibjo yang disebut-sebut akan menjadi menteri.  "5 tahun ke depan diperlukan menteri-menteri berusia muda, tetapi matang di dalam kepemimpinan, leadership, manajerial dan kepribadian. Saya lihat Angela memiliki itu," kata Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, Angela merupakan tokoh muda yang pas untuk duduk di kabinet Jokowi-Amin ke depan. Apalagi, Jokowi memang sedang berburu generasi milenial yang dinamis, fleksibel dan mampu mengikuti perubahan zaman. Keberadaan generasi milenial dengan latar belakang pendidikan serta prestasi yang mumpuni, dinilai akan membawa perubahan besar terhadap kinerja pemerintahan Jokowi di periode berikutnya.

Melihat rekam jejak Angela, Emrus menilai putri sulung Hary Tanoesoedibjo itu pantas untuk menempati Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN) untuk periode 2019-2024. "Saya menyarankan Angela didudukkan di Kementerian BUMN, karena di sana dibutuhkan orang yang kreatif, inovatif dan berpikir bisnis," ungkapnya.

Artinya, Kementerian BUMN bisa lebih akseleratif dalam mengelola usaha melalui prinsip-prinsip ekonomi, manajerial dan bisnis.  Menurutnya, Angela bisa memberikan akselerasi yang lebih cepat pada kinerja BUMN dengan prinsip ekonomi, manajerial, bisnis yang sangat dikuasainya. Kinerja BUMN yang bagus diharapkan bisa memberikan kontribusi yang besar pada APBN, sehingga pembangunan banyak terjadi, pemerataan kesejahteraan pun terjadi. "Angela bisa menerapkan itu. Nantinya, hasil BUMN yang dialokasikan ke APBN bisa secara merata digunakan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat," tutur Emrus.

Di sisi lain, dunia yang sudah masuk ke industri 4.0 dan sebentar lagi 5.0 membutuhkan pemimpin yang terbiasa dengan berbagai perkembangan teknologi. Sebab, berbagai interaksi terjadi di dunia digital. Ke depan Emrus melihat interaksi hubungan antar negara, perdagangan dalam konteks ekspor-impor dan lain sebagainya serba digital. "Angela sudah terbiasa dengan itu," katanya.

Selain Kementerian BUMN, Emrus mengatakan diperlukan generasi muda di sejumlah kementerian, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika; Kementerian Pemuda dan Olahraga; Kementerian Perdagangan, Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Riset dan Teknologi. "Saya kira dari sudut kinerja, mereka memiliki kelebihan dibandingkan usia yang lebih tua, karena gerak mereka lebih cekatan, lebih cepat," ungkap Emrus. (*)

BERITA TERKAIT

RATAS PROGRAM JALAN TOL

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa…

PENINGKATAN PELAYANAN INVESTASI

Petugas melayani pengurusan perizinan usaha di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di Gedung BKPM, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Presiden…

KERJASAMA JAMINAN KREDIT MODAL KERJA

 Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (keempat kanan) dan Direktur Utama PT Jamkrindo Randi Anto (ketiga dari kiri) mengangkat tangan simbol…

BERITA LAINNYA DI Berita Foto

RATAS PROGRAM JALAN TOL

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa…

PENINGKATAN PELAYANAN INVESTASI

Petugas melayani pengurusan perizinan usaha di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di Gedung BKPM, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Presiden…

KERJASAMA JAMINAN KREDIT MODAL KERJA

 Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (keempat kanan) dan Direktur Utama PT Jamkrindo Randi Anto (ketiga dari kiri) mengangkat tangan simbol…