Bukan Modal Saja, Pemasaran Jadi Kendala IKM di Kota Sukabumi

Bukan Modal Saja, Pemasaran Jadi Kendala IKM di Kota Sukabumi

NERACA

Sukabumi - Permasalahan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Sukabumi bukan hanya terbentur kepada permodalan saja. Melainkan, pemasaran yang saat ini menjadi masalah besar bagi IKM. Tak heran jika dari ribuan IKM yang ada, hanya ratusan saja bisa bertahan sampai sekarang. 

"Masalahnya sih bukan hanya modal saja. Tapi, yang dikeluhkan saat ini masalah pemasaranya," ujar Kabid Perindutrian Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindutrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi Yadi Erlangga kepada Neraca, Jumat (11/10).

Berdasarkan catatanya, ada sekitar 4 ribu IKM di Kota Sukabumi, dari jumlah tersebut setengahnya (50%) yang aktif dan yang saat ini dalam pembinaan ada dikisaran 700 sampai 800 IKM."Kalau diatas kertas sih sekitar 4 ribuan jumlah IKM. Tapi yang tergolong aktif hampir setengahnya. Dan dari jumlah itu (4 ribu) sekitar 800 yang saat ini dalam binaan kami," ungkap Yadi.

Sebetulnya tambah Yadi, pengembangan terhadap IKM tersebut terus dilakukan. Sebab, dari sisi potensi wilayah tidak memungkinkan untuk ke indutri skala besar. Sehingga indutri rumahan yang menjadi perhatian untuk terus dikembangkan."Sesuai visi Kota Sukabumi, kita tidak diarahkan ke Indutri skala yang besar, karena terbentur dengan potensi wilayah. Akhirnya kami mengembangkan ke IKM yang sifatnya industri rumahan, dengan terus memberikan pendampingan agar produk mereka lebih baik," tuturnya.

Selain pendampingan tambah Yadi, pihaknya juga terus lakukan pembinaan dan pelatihan kepada mereka. Diantaranya, dengan mendatangkan pakar dalam segi kemasan produk. Termasuk mendatangkan dari Perguruan Tinggi untuk mengetahui cara pengelolaan sesuai dengan standar higienis termasuk."Kota Sukabumi tidak memiliki rumah kemasan, jadi kita datangkan ahlinya, begitu juga dengan pengelolaan yang sehat dan bersih, kita juga datangkan dari IPB dan Unpas," ujarnya.

Kedepan ungkap Yadi, pihaknya berusaha sedang mengusulkan adanya gerai khusus menampung para IKM di Kota Sukabumi. Dengan begitu lambat laun produk mereka akan dikenal."Usulan adanya gerai itu sudah diusulkan, mudah-mudahan kedepan bisa terwujud. Karena bisa membantu untuk memasarkan produk mereka," ucapnya.

Sebelumnya Yadi juga mengatakan, jika pihaknya sudah membantu sedikitnya 20 IKM untuk mendapatkan sertifikasi halal termasuk sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Arya

 

BERITA TERKAIT

Rekam Jejak Hitam, Keikutsertaan Hyundai di Tuban Menjadi Perhatian

NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menyoroti keikutsertaan Hyundai Engineering Construction…

Bansos Dampak COVID-19 di Banten Tersalurkan Rp21,822 Miliar

NERACA Serang - Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak COVID-19 di Provinsi Banten yang bersumber dari…

Distabun Lebak Apresiasi Petani Curugbitung Kembangkan Tanaman Sayuran

NERACA Lebak - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Lebak, Banten mengapresiasi petani Curugbitung mengembangkan tanaman sayuran hingga mampu mendongkrak…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Rekam Jejak Hitam, Keikutsertaan Hyundai di Tuban Menjadi Perhatian

NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menyoroti keikutsertaan Hyundai Engineering Construction…

Bansos Dampak COVID-19 di Banten Tersalurkan Rp21,822 Miliar

NERACA Serang - Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak COVID-19 di Provinsi Banten yang bersumber dari…

Distabun Lebak Apresiasi Petani Curugbitung Kembangkan Tanaman Sayuran

NERACA Lebak - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Lebak, Banten mengapresiasi petani Curugbitung mengembangkan tanaman sayuran hingga mampu mendongkrak…