Targetkan Dana IPO Rp 14 Triliun - BEI Sambut Baik Penawaran Jumbo Lion Air

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat beberapa pipeline perusahaan yang bakal IPO di sisa akhir tahun ini. Dimana dari beberapa perusahaan yang sudah masuk dalam daftar, ada PT Lion Mentari Tbk sebagai perusahaan yang mengoperasikan pesawat udara Lion Air. Ya, rencana Lion Air go public sebenarnya sudah lama direncanakan.

I Gede Nyoman Yetna Setya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia mengungkapkan bahwa Lion Air akan menggelar mini expose  dalam rangka penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada pekan depan.”Lion nanti dalam minggu depan mini expose. Ke depan juga lumayan, dari 30 [pipeline IPO] tentunya relatif sekuensial untuk mini expose akan cukup banyak," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya berharap, dari 30 calon emiten yang sudah masuk ke dalam pipeline BEI dapat menyampaikan informasi secara lengkap sehingga otoritas bursa bisa memproses prosedur IPO dengan lebih cepat. Selain itu, bursa juga masih menunggu calon emiten yang ingin menjadi perusahaan tercatat dengan menggunakan buku audit Juni 2019.

Apabila 30 perusahaan yang ada dalam pipeline BEI merealisasikan IPO  pada tahun ini, jumlah emiten  baru mencapai posisi tertingginya sepanjang sejarah yaitu sebanyak 70 perusahaan pada 2019. Di luar itu, lanjut Nyoman, pihak bursa juga telah bertemu dengan 5 perusahaan lainnya yang sudah berkomitmen bakal memasukkan dokumen untuk IPO pada kuartal IV/2019 ini. Dengan demikian, jumlah 75 pencatatan efek baru yang ditargetkan bursa pada awal tahun ini sementara dapat dikatakan tercapai.

Dari sisi pencatatan lewat papan baru yaitu papan akselerasi, sejauh ini Nyoman menyampaikan belum ada calon emiten yang akan tercatat di sana. Namun, beberapa perusahaan sekuritas belakangan ini telah banyak yang bertanya ke bursa mengenai prosedur pencatatan dan perdagangan saham lewat papan akselerasi.

Hal itu menunjukkan bahwa sudah ada calon emiten yang memang tertarik untuk mencatatkan sahamnya lewat papan yang dibuat khusus untuk UMKM tersebut."Papan akselerasi belum ada yang submit karena yang menyampaikan dengan POJK 53 dan 54 sebelumnya sudah bisa masuk ke papan pengembangan," kata Nyoman.

Sementara Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait membenarkan, perusahaan sedang mempersiapkan rencana IPO. Dana himpunan dari publik yang ditargetkan cukup besar, tetapi tanpa menyebutkan nilai spesifik. Selain itu, dirina juga tidak menjelaskan secara terperinci mengenai penggunaan dana tersebut. Dugaan mengenai rencana penambahan pesawat maupun ekspansi rute juga tidak dikonfirmasi secara spesifik.

Menyikapi rencana Lion yang bakal IPO, Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menyampaikan bahwa emisi saham dari maskapai penerbangan Lion Air yang disebut-sebut mengincar dana hingga Rp14 triliun tersebut harus dieksekusi pada waktu yang tepat. Di sisi lain, Vice President Research Artha Sekuritas, Frederik Rasali menilai penyerapan IPO dari maskapai swasta terbesar di Indonesia ini akan tergantung pada struktur penawaran sahamnya.“Bila Lion Air sudah memiliki stanby buyer dengan jumlah yang cukup signifikan tentunya menjadi favorable, sedangkan bila tidak akan cukup menantang,” ujar Frederik.

BERITA TERKAIT

Mewujudkan Rumah Impian Lewat KPR Syariah Milenial

    Milenial selalu menjadi topik yang menarik karena profil generasi milenial Indonesia ada beberapa ciri, yaitu dekat dengan media…

Sikapi Kasus Sinarmas AM - Bibit Tumbuh Bersama Tunjuk Presdir Baru

NERACA Jakarta –Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas sikap yang kurang tepat, PT Bibit Tumbuh Bersama selaku agen penjual reksadana dari…

Penjualan Sky Energy Indonesia Turun 9,87%

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) mencatatkan kinerja keuangan negatif. Berdasarkan laporan keuangan yang…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Mewujudkan Rumah Impian Lewat KPR Syariah Milenial

    Milenial selalu menjadi topik yang menarik karena profil generasi milenial Indonesia ada beberapa ciri, yaitu dekat dengan media…

Sikapi Kasus Sinarmas AM - Bibit Tumbuh Bersama Tunjuk Presdir Baru

NERACA Jakarta –Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas sikap yang kurang tepat, PT Bibit Tumbuh Bersama selaku agen penjual reksadana dari…

Penjualan Sky Energy Indonesia Turun 9,87%

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) mencatatkan kinerja keuangan negatif. Berdasarkan laporan keuangan yang…