Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA

Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) yang memiliki proyek properti di Tanjung Lesung terus berupaya melakukan perbaikan dan termasuk gencar menawarkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung pada semester II/2019.

PT Banten West Java (BWJ), anak usaha KIJA yang menjadi pengelola KEK Tanjung Lesung, menggelar forum bisnis untuk menangkap peluang investasi. Direktur Utama BWJ, Poernomo Siswoprasetijo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan forum bisnis itu dapat memberikan informasi bagi para calon investor dan investor yang sudah masuk untuk mengetahui progres infrastruktur serta peluang investasi baru dan berkembang di KEK Tanjung Lesung.

Disampaikannya, saat ini investasi di kawasan KEK Tanjung Lesung makin membaik dan terus berkembang. Poernomo mengungkapkan, pada semester II/2019, sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk bisa mengembangkan pariwisata di Tanjung Lesung. Beberapa di antaranya adalah investor asal China, Jepang, dan Australia.

Perseroan, lanjutnya, akan gencar menyelenggarakan berbagai kegiatan tahunan, salah satunya Festival Tanjung Lesung. Festival tersebut merupakan kolaborasi antara BWJ, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, serta didukung Kementerian Pariwisata lewat penetapan sebagai salah satu Calender of Event berkala setiap tahun."Event ini tentunya akan mengundang banyak wisatawan datang ke Tanjung Lesung. Dengan begitu, para investor akan melihat dan tertarik untuk mengembangkan sarana akomodasinya seperti theme park dan sarana pendukung lainnya. Nah, ini yang coba kami garap bersama-sama,"kata Poernomo.

KEK Tanjung Lesung memiliki luas area 1.500 hektare (ha) dengan potensi pariwisata yang beragam, antara lain keindahan alam pantai, keragaman flora dan fauna, serta kekayaan budaya yang eksotis. Sementara Bupati Pandeglang, Irna Narulita menuturkan forum bisnis ini menjadi wadah untuk menginformasikan perkembangan infrastruktur dan potensi usaha kepada para investor yang sudah masuk maupun calon-calon investor yang akan masuk di KEK Tanjung Lesung."Pada intinya, tujuan diadakannya forum bisnis ini untuk memberikan informasi terkait pelaksanaan investasi di Pandeglang, khususnya di KEK Tanjung Lesung, dan bagaimana kesiapan Pemerintah Daerah dalam mitigasi bencana di daerah KEK Tanjung Lesung, serta insentif dan kemudahan investasi untuk calon investor," paparnya.

Sebelumnya, PT Jababeka Tbk memperkirakan dampak kerusakan tsunami di Tanjung Lesung mencapai Rp150 miliar. Syukurnya, bangunan yang berada di kawasan pariwisata Tanjung Lesung, Banten yang rusak akibat tsunami telah diasuransikan. Direktur Utama Jababeka, SD Darmono pernah bilang, dirinya masih menyakini kawasan Tanjung Lesung masih akan berkembang sebagai destinasi wisata. Apalagi Tanjung Lesung telah menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus. Untuk itu, pihaknya tetap berupaya agar para investor tetap percaya untuk menanamkan modal di situ.

BERITA TERKAIT

Uni Charm Bukukan Rugi Rp 131,35 Miliar

NERACA Jakarta- Berbalik dengan pencapaian kinerja keuangan sepanjang tahun 2019 yang berhasil membukukan laba bersih tumbuh 95,13%, PT Uni-Charm Indonesia…

Kebal dari Covid-19 - Indofood Raup Untung Rp 1,40 Triliun

NERACA Jakarta – Bisnis PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tahan banting terhadap pandemi Covid-19 di kuartal pertama tahun ini.…

Medco Energi Bukukan Rugi US$ 27, 34 Juta

NERACA Jakarta – Di balik ambisinya mengakuisisi perusahaan migas Australia Ophir Energy Plc, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) belum…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Bukukan Rugi Rp 131,35 Miliar

NERACA Jakarta- Berbalik dengan pencapaian kinerja keuangan sepanjang tahun 2019 yang berhasil membukukan laba bersih tumbuh 95,13%, PT Uni-Charm Indonesia…

Kebal dari Covid-19 - Indofood Raup Untung Rp 1,40 Triliun

NERACA Jakarta – Bisnis PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tahan banting terhadap pandemi Covid-19 di kuartal pertama tahun ini.…

Medco Energi Bukukan Rugi US$ 27, 34 Juta

NERACA Jakarta – Di balik ambisinya mengakuisisi perusahaan migas Australia Ophir Energy Plc, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) belum…