Pembangunan Pabrik Rampung - Kapasitas Produksi PBRX Tumbuh 28,8%

NERACA

Jakarta – Besarnya permintaan pakaian jadi di pasar, memacu PT Pan Brothers Tbk (PBRX) sebagai perusahaan garmen untuk menambah kapasitas produksi. Hingga akhir tahun, perseroan bakal memiliki kapasitas produksi 116 juta potong pakaian jadi setara polo shirt seiring dengan selesainya pembangunan tahap 2 pabrik di Tasikmalaya.

Corporate Secretary Pan Brothers, Iswar Deni dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, kapasitas grup akan menjadi 116 juta potong pakaian jadi setara polo shirt pada akhir 2019. Kapasitas itu meningkat sekitar 28,8% dari posisi 90 juta potong garmen pada 2018. Kapasitas ini seiring dengan target selesaianya pembangunan pabrik di Tasikmalaya tahap kedua di bawah bendera PT Teodore Pan Garmindo, serta pengembangan otomatisasi dan digitalisasi.

Perusahaan garmen ini menargetkan kapasitas secara grup akan menjadi 130 juta potong pakaian jadi setara polo shirt pada 2021.”Dana untuk pembangunan tahap 2 pabrik di Tasikmalaya dan untuk pengembangan otomatisasi dan digitalisasi telah disediakan,"ujarnya.

Selain itu, perseroan juga menunda pembangunan perluasan pabrik baru di bawah bendera PT Eco Smart Garment Indonesia yang semula direncanakan untuk menambah kapasitas perseroan. Perseroan melakukan penambahan kapasitas saat ini dilakukan melalui otomatisai dan digitalisasi.

Dengan demikian, perseroan tetap dapat meningkatkan kapasitas dengan sumber daya manusia yang ada dan pabrik yang sudah ada. Sejalan dengan itu, pemasok untuk merek Uniqlo, Adidas, dan The North Face ini, melakukan peningkatan kemampuan pekerja yang ada dalam segala hal.Secara bertahap, perseroan tetap menambah tenaga kerja sesuai kebutuhan. Tenaga kerja perseroan saat ini sekitar 37.000 orang dan segera akan meningkat menjadi 40.000 orang.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 10%-15%. Vice Chief Excecutive Officer PBRX, Anne Patricia Sutanto pernah bilang, untuk memenuhi target pertumbuhan penjualan akan dilakukan melalui pembaruan pabrik dalam rangka meningkatkan produksi.”Dalam menunjang target, PBRX telah menyiapkan anggaran sebesar US$ 10 juta untuk kebutuhan otomatisasi dan digitalisasi," jelasnya.

Anne menjelaskan, otomatisasi dan digitalisasi berbentuk database yang terintegrasi sehingga produktivitas dan kapasitas produksi bisa meningkat. Kemudian meminimalisir pekerjaan manual seperti pada mesin panel. Pekerja hanya memasukkan bahan dan sisanya akan dijahit secara otomatis.   Anne berharap dengan adanya integrasi ini, PBRX bisa menaikkan jam kerja hingga 24x7 dengan empat kelompok kerja sehingga PBRX dapat memaksimalkan produksi.

 

BERITA TERKAIT

Cadangan Devisa Suport Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu (8/7), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 89,09…

Pasar Lokal Lesu Bikin Surya Pertiwi Merana

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 dirasakan betul dampaknya terhadap kinerja keuangan PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO). Pasalnya, lesunya geliat ekonomi…

Lippo Cikarang Miliki Susunan Manajemen Baru

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyetujui perubahan susunan direksi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Cadangan Devisa Suport Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu (8/7), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 89,09…

Pasar Lokal Lesu Bikin Surya Pertiwi Merana

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 dirasakan betul dampaknya terhadap kinerja keuangan PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO). Pasalnya, lesunya geliat ekonomi…

Lippo Cikarang Miliki Susunan Manajemen Baru

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyetujui perubahan susunan direksi…