Ubah Toko Jadi Lifestye Mall - Ramayana Pede Raih Pendapatan Rp 8,85 Triliun

NERACA

Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di tengah ketatnya persaingan bisnis, PT Ramayana Lestari Santosa Tbk (RALS) sebagai emiten ritel terus melakukan inovasi dalam strategi bisnis dari sebelumnya hanya sebagai shopping mall menjadi bisnis ke arah pemenuhan gaya hidup (lifestyle mall). "Kami lakukan transformasi dengan mengubah toko-toko kita sesuai dengan kondisi pelanggan milenial,”kata Sekretaris Perusahaan Ramayana, Setiadi Surya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, transformasi itu dilakukan untuk menggaet pasar dan utamanya segmen milenial dengan mengkombinasikan antara bisnis ritel, hiburan, makanan dan minuman (food and beverage). Selain itu, Ramayana juga menggandeng sejumlah tenant (penyewa), di antaranya Bioskop XXI. Dia mengungkapkan, saat ini sudah ada lima mall yang dikelola perseroan yang sudah menerapkan konsep lifestyle (Ramayana Prime), toko yang sudah dilengkapi bioskop ada sebanyak 14 unit. Sedangkan, secara keseluruhan gerai yang dikelola perseroan sebanyak 117 outlet. “Planning kami untuk lifestyle mall semester 2 2019 akan ada lima lagi. Nilai investasi per toko sekitar Rp 25-30 miliar dari belanja modal yang kami sediakan sekitar Rp 350 miliar," ungkapnya.

Perseroan memproyeksikan akan meraup total penjualan di sepanjang 2019 sebesar Rp 8,85 triliun. Pasalnya, hingga akhir semester I-2019 nilai penjualan perseroan tercatat sebesar Rp5,27 triliun. Disebutkan, selama enam bulan pertama tahun ini, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp5,27 triliun yang mencerminkan pencapaian sebesar 59,5%.

Menurutnya, target perolehan penjualan di sepanjang 2019 tersebut akan memdorong tingkat margin kotor RALS di tahun ini menjadi 29,8%. “Neraca perseroan pada enam bulan pertama di 2019 tetap likuid dan bebas utang. Per akhir Juni 2019, rasio lancar adalah 2,5 kali atau lebih tinggi dibanding periode yang sama di 2018 sebesar 2,2 kali,” tuturnya.

Pada Semester II-2019, kata Setyadi, pihaknya akan melanjutkan program transformasi toko dengan penggunaan space secara lebih efektif dan efisien untuk meningkatkan produktivitas per meter persegi.“Kami akan terus menambah gerai dengan konsep Life Style Mall, serta bekerjasama dengan Cinema XXI, speciality store dan tenan-tenan F&B,” imbuhnya.

Sementara, untuk memperkuat tenan di Ramayana, Setyadi menambahkan, perseroan telah mengundang sejumlah brand yang dipegang PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). “Jadi, kami mengundang dengan memberi space . Dan, tidak ada rencana kerjasama dengan Matahari seperti yang telah banyak disebutkan,” tandasnya

 

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…