Bisnis Jasa Konstruksi Sepi - Pendapatan Adhi Karya Turun 10,69%

NERACA

Jakarta – Semester pertama 2019, PT Adhi Karya Tbk (ADHI)  mencatat penurunan pendapatan 10,69% menjadi Rp 5,43 triliun dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,08 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Emiten kontruksi ini menjelaskan, penurunan pendapatan terjadi karena pendapatan perseroan dari jasa konstruksi menyusut 15,57% yoy, dari Rp 5,01 triliun menjadi Rp 4,23 triliun. Seperti diketahui, jasa konstruksi merupakan lumbung terbesar pendapatan ADHI. Selain itu, pendapatan dari EPC juga turun hingga 49,03% yoy menjadi Rp 239,06 miliar. Hal ini disebabkan oleh beberapa proyek dari pihak ketiga yang sudah tidak tercatat menerima pendapatan.

Meskipun pendapatan turun, ADHI masih mencatatkan pertumbuhan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar 1,08% menjadi Rp 215 miliar. Laba tersebut ditopang penurunan beban pokok penjualan dan pendapatan yang mencapai 11,43% yoy dari Rp 5,16 triliun menjadi Rp 4,57 triliun.  Penurunan beban terbesar terjadi pada beban tenaga kerja dari Rp 670,21 miliar menjadi Rp 336,32 miliar atau menciut 49,81% yoy. Selain itu, beban bahan baku juga tercatat turun 38,12% yoy menjadi Rp 1,12 triliun.

Di sisi lain, jumlah liabilitas ADHI tercatat sebesar Rp 25,01 triliun. Jumlah tersebut meningkat 4,95% sejak awal tahun ini. Terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 19,36 triliun dan liabilitas jangka panjang senilai Rp 5,65 triliun. Kenaikan liabilitas jangka pendek terutama karena utang obligasi yang naik hingga 200,06% sejak awal tahun menjadi Rp 749,91 miliar. Sementara liabilitas jangka panjang meningkat karena naiknya utang obligasi jangka panjang sebesar 98,71% sejak awal tahun menjadi Rp 4,02 triliun.

Sebagai informasi, perseroan juga mencatatkan jumlah utang pada semester I-2019 meningkat 4,95% sejak awal tahun 2019 menjadi sebesar Rp 25,01 triliun. Dijelaskan, kenaikan utang tersebut disumbang oleh penerbitan obligasi pada Mei 2019.  Disebutkan, obligasi yang diterbitkan memiliki dua seri. Dimana obligasi seri A senilai Rp 556 miliar dengan suku bunga tetap sebesar 9,25% dengan jangka waktu 3 tahun. Sedangkan obligasi seri B senilai Rp 473,5 miliar dengan suku bunga tetap sebesar 9,75% dengan jangka waktu lima tahun.  Sehingga secara total ADHI menerbitkan obligasi senilai Rp 1,03 triliun.

BERITA TERKAIT

Bank BTN Kantongi Laba Bersih Rp 768 Miliar

Di paruh pertama 2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencetak laba bersih senilai Rp768 miliar. Perolehan tersebut merupakan hasil…

Bukukan Rugi Rp 3 Miliar - Pasar Properti Lesu Tekan Kinerja Agung Podomoro

NERACA Jakarta- Terpukulnya industri properti akibat Covid-19 dirasakan dampaknya terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN). Emiten…

Berkah Kenaikan Sewa Menara - TBIG Bukukan Pendapatan Rp 2,58 Triliun

NERACA Jakarta – Pada semester pertama tahun ini, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan pertumbuhan pendapatan 13,17% year on…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bank BTN Kantongi Laba Bersih Rp 768 Miliar

Di paruh pertama 2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencetak laba bersih senilai Rp768 miliar. Perolehan tersebut merupakan hasil…

Bukukan Rugi Rp 3 Miliar - Pasar Properti Lesu Tekan Kinerja Agung Podomoro

NERACA Jakarta- Terpukulnya industri properti akibat Covid-19 dirasakan dampaknya terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN). Emiten…

Berkah Kenaikan Sewa Menara - TBIG Bukukan Pendapatan Rp 2,58 Triliun

NERACA Jakarta – Pada semester pertama tahun ini, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan pertumbuhan pendapatan 13,17% year on…