Rencanakan Go Public - Pelabuhan Tanjung Priok Siapkan Ekspansi di Asia

NERACA

Jakarta – Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal cukup besar, dimana beberapa perusahaan anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyatakan niat untuk go public dan salah satunya adalah anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang tengah mempersiapkan rencana penawaran umum perdana saham, PT Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Keuangan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Widyaka Nusapati menuturkan, perseroan telah memasukan rencana initial public offering (IPO) anak usaha, Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) ke dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2019. Kendati demikian, pihaknya menyebut akan mengikuti arahan sesuai dengan kebijakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham.

Widyaka menyebut IPO sebagai upaya untuk membuat entitas anak usaha tersebut menjadi lebih transparan. Selain itu, diharapkan terjadi peningkatan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Direktur Utama Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Multipurpose), Imanuddin pernah bilang, saat ini perseroan berminat untuk melakukan penawaran umum perdana saham dengan melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 28% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. 

Disampaikannya, PTP Multipurpose memang bercita-cita untuk melaksanakan IPO. Tetapi, masih melihat momentum yang tepat. Pasalnya, industri pasar modal sensitivity-nya sangat tinggi.”Jadi, kami masih melihat timing-nya terlebih dahulu,"ujarnya.

Menurut Iman, induk usahanya PT Pelindo II (Persero) memang pernah mempublikasikan bahwa PTP Multipurpose akan menggelar IPO pasca pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Namun demikian, kata Imanuddin, sebelum menggelar IPO, PTP Multipurpose akan terlebih dahulu menyiapkan kondisi internal Perseroan maupun kondisi pasar modal.

PT PTP memiliki ambisi besar dalam pengembangan bisnis. Selain menjadi operator pelabuhan di dalam negeri, rencananya perseroan bakal ekspansi menjadi operator pelabuhan komoditi CPO di luar negeri, seperti di Pakistan dan Papuan Nugini. Imanuddin, dengan ekspansi mengoperasikan 5 cabang baru di tahun ini dan mengembangkan jangkauan bisnis yang tidak menutup kemungkinan menjadi operator terminal multipurpose di berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri, perseroan menargetkan laba bersih tahun ini senilai Rp 450 miliar. Target ini naik 21,6% dari perolehan laba bersih 2018 yang sebesar Rp 370 miliar. “Kenaikan target laba seiring dengan cukup banyaknya pengembangan bisnis yang dilakukan perusahaan tahun depan. Salah satunya adalah membuka 5 wilayah operasi atau terminal yang bakal berjalan tahun ini,”ujarnya.

Di tahun 2019 ini, PTP akan mengoperasikan 5 cabang yaitu adalah di Palembang, Pangkal Batam, Tanjung Pandan, Cirebon, dan Teluk Bayur. Dengan penambahan cabang ini, total ada 9 wilayah operasi yang berjalan. Sepanjang 2018 ada 4 wilayah operasi, yakni di Panjang, Bengkulu, Jambi, dan Banten. Selain itu, prospek bisnis perusahaan di bongkar muat curah cair dan curah kering serta general cargo juga cerah seiring dengan hilir mudik komoditas yang diantar. Batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO) menjadi dua komoditas andalan pasar PT PTP.

BERITA TERKAIT

Uni Charm Bukukan Rugi Rp 131,35 Miliar

NERACA Jakarta- Berbalik dengan pencapaian kinerja keuangan sepanjang tahun 2019 yang berhasil membukukan laba bersih tumbuh 95,13%, PT Uni-Charm Indonesia…

Kebal dari Covid-19 - Indofood Raup Untung Rp 1,40 Triliun

NERACA Jakarta – Bisnis PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tahan banting terhadap pandemi Covid-19 di kuartal pertama tahun ini.…

Medco Energi Bukukan Rugi US$ 27, 34 Juta

NERACA Jakarta – Di balik ambisinya mengakuisisi perusahaan migas Australia Ophir Energy Plc, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) belum…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Bukukan Rugi Rp 131,35 Miliar

NERACA Jakarta- Berbalik dengan pencapaian kinerja keuangan sepanjang tahun 2019 yang berhasil membukukan laba bersih tumbuh 95,13%, PT Uni-Charm Indonesia…

Kebal dari Covid-19 - Indofood Raup Untung Rp 1,40 Triliun

NERACA Jakarta – Bisnis PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tahan banting terhadap pandemi Covid-19 di kuartal pertama tahun ini.…

Medco Energi Bukukan Rugi US$ 27, 34 Juta

NERACA Jakarta – Di balik ambisinya mengakuisisi perusahaan migas Australia Ophir Energy Plc, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) belum…