Geliat Semen Pasca Pilpres - Indocement Bidik Pertumbuhan Pasar 5%

NERACA

Jakarta – Ditetapkan rekapitulasi hasil pemilu presiden (Pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan menetapkan Joko Widodo dan Maaruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Hal inipun disambut positif pelaku industri semen karena kebijakan pembangunan jalan tol dan infrastruktur terus berlanjut sehingga kebutuhan pasar semen akan tetap tumbuh.

Keyakinan inilah yang menjadi patokan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) bakal mengalami permintaan semen yang membaik di semster kedua tahun ini. “Kami memprediksi pertumbuhan permintaan terhadap Indocement sebesar 4 % hingga 5% juga," kata Direktur & Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk, Oey Marcos di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, kenaikan permintaan ini bersumber pada maraknya proyek infrastuktur dan peningkatan di sektor properti. Dua efek domino inilah yang memungkinkan permintaan terhadap semen akan meningkat. Meskipun, hingga April ini tercatat permintaan semen domestik masih lemah, menurun 2,9% year to date (ytd).

Dari sisi internal perusahaan, diprediksi biaya produksi membaik karena penguatan nilai rupiah, penurunan harga batu bara dan minyak di semester I 2019. Di samping itu, perusahaan terus melakukan efisisensi dalam segala bidang untuk menekan biaya produksi. Sebagai gambaran, di tahun 2019 Indonesia memiliki kapasitas terpasang sebesar 115 juta ton. Sementara permintaan diperkirakan akan naik 4% menjadi 72 juta ton.

Sebagai informasi, perseroan membukukan volume penjualan semen 4,2 juta ton hingga kuartal I/2019. Realisasi itu lebih rendah 3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari total konsumsi semen nasional 15,7 juta ton per akhir Maret 2019, pangsa pasar produsen semen itu sekitar 26%. Disebutkan, perseroan belum menaikkan harga penjualan semen pada 2019. Kondisi pasar menurutnya masih terbilang lesu.

Kendati demikian, pihaknya berharap dapat menaikkan harga pada semester II/2019. Strategi itu sejalan dengan potensi meningkatnya permintaan semen. Kenaikan harga, menurut perseroan akan tergantung dengan pertumbuhan permintaan semen di pasar. 

Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa, Christian Kartawijaya menilai saat ini pasar semen domestik masih dilanda kelebihan pasokan sebanyak 43 juta ton. Akibatnya, persaingan masih ketat ditambah banyaknya merek. Oleh karena itu, Christian menyebut mesti berhati-hati dalam menaikkan harga. 

Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan memutuskan untuk membagikan dividen Rp550 per saham untuk tahun buku 2018. Disebutkan, seluruh laba bersih 2018 senilai Rp1,14 triliun ditambah dengan Rp878,74 miliar atau 4,74% dari saldo laba ditahan sebagai dividen.

Menurut Christian, keputusan ini menunjukkan bahwa Indocement berusaha memberikan dividen yield yang baik untuk para pemegang sahamnya tetapi tetap memperhatikan perseroan butuh ada laba yang ditahan. Dimana dividen yield-nya kurang lebih 3%. Dia menjelaskan bahwa penggunaan seluruh laba bersih 2018 tidak akan mengganggu rencana ekspansi perseroan. Pasalnya, perseroan masih memiliki dana yang cukup besar.

 

 

BERITA TERKAIT

Agustusan di Lazada, Banjir Promo Ratusan Brand Ternama

Setelah sukses menggelar Lazada Mid Year Super Sale di bulan Juli silam, di bulan kemerdekaan Republik Indonesia, Lazada kembali hadirkan…

Rugi Matahari Putra Prima Membengkak 17,32%

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bukukan rugi meningkat 17,32% dari rugi Rp…

Rugi Matahari Putra Prima Membengkak 17,32%

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bukukan rugi meningkat 17,32% dari rugi Rp…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Agustusan di Lazada, Banjir Promo Ratusan Brand Ternama

Setelah sukses menggelar Lazada Mid Year Super Sale di bulan Juli silam, di bulan kemerdekaan Republik Indonesia, Lazada kembali hadirkan…

Rugi Matahari Putra Prima Membengkak 17,32%

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bukukan rugi meningkat 17,32% dari rugi Rp…

Rugi Matahari Putra Prima Membengkak 17,32%

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bukukan rugi meningkat 17,32% dari rugi Rp…