Pengentasan Kemiskinan Belum Ada Perubahan

NERACA

Jakarta----Situasi ekonomi hari ini dibandingkan tiga tahun lalu tampaknya tampaknya mengalami stagnasi. Alasanya berdasarkan hasil kajian, mayoritas masyarakat merasakan kemunduran. “Bahkan kinerja pemerintahan dinilai sangat lemah di tiga bidang yang jadi perhatian publik yaitu penegakan hukum, pengentasan kemiskinan, dan pemberantasan korupsi,” kata Peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Sunny Tanuwidjaja di Jakarta,13/2

Menurut Sunny, terkait persepsi tentang kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudoyono, dimana secara umum masyarakat menilai tidak ada kemajuan berarti. “Masyarakat Indonesia didominasi perasaan kecewa karena tidak banyaknya perbaikan dalam berbagai bidang kehidupan,”terangnya

Dikatakan Sunny, Partai politik dianggap salah satu lembaga demokrasi yang paling lemah kinerjanya, diman hanya 22,4 % masyarakat menilai bahwa partai politik memiliki kinerja yang baik. Sementara itu, kepercayaan masyarakat terhadap partai sangat rendah dan ini ditunjukkan dengan sangat rendahnya dukungan masyrakat terhadap partai. Hanya 1,3% yang mengatakan bahwa mereka pernah menyumbang partai.

Sedangkan menurut Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Philips J Vermonte yang mengatakan bahwa lebih mengkhawatirkan lagi, DPR yang notabene isinya adalah elit-elit partai yang punya tugas mewakili masyarakat yang memilihnya, kurang dari masyarakat yang kenal dengan nama wakilnya di DPR. **mohar

BERITA TERKAIT

PKH Diklam Turunkan Angka Kemiskinan

    NERACA   Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Program Keluarga Harapan (PKH) berkontribusi paling efektif menurunkan…

Ada Peluang Kenaikan Bunga The Fed, Rupiah Melemah

    NERACA   Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, bergerak melemah sebesar 16…

Belum Seutuhnya Merdeka

Oleh: Dhenny Yuartha Junifta Peneliti INDEF Sudah 72 tahun Republik ini memproklamasikan diri sebagai negara merdeka. Namun, seiring nafas perubahan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…