Pefindo Sematkan Peringkat AA- Bank DKI

NERACA

Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Bank DKI menjadi idAA- dari peringkat sebelumnya idA+. Kenaikan peringkat ini didorong oleh perbaikan yang berkelanjutan dari indikator kualitas aset Bank DKI. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, peringkat obligasi subordinasi II/2011 yang masih beredar juga dinaikkan menjadi idA+ dari idA. Pefindo juga menetapkan peringkat idAA- untuk obligasi berkelanjutan I/2016 perusahaan. Disebutkan, kenaikan peringkat juga didukung oleh profil bisnis dan indikator keuangan lainnya yang terjaga di tingkat yang baik. Hal tersebut terefleksi dari kemampuan perusahaan menekan rasio kredit bermasalah.

Perseroan telah secara bertahap memperbaiki rasio kredit bermasalah menjadi 3,8% per 31 Desember 2017 dari 5,3% tahun sebelumnya. Pefindo menilai kualitas aset perusahaan dalam jangka menengah membaik mendekati rata-rata industri perbankan, seiring dengan penyelesaian dari debitur bermasalah, eksekusi kolateral dan penerapan manajemen risiko yang lebih behati-hati serta prospek peringkat direvisi menjadi stabil dari positif.

Sebagai informasi, tahun ini PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta memproyeksikan pertumbuhan laba tidak akan berbeda jauh dengan tahun 2017, di atas 10% year on year (yoy). Sigit Prastowo, Direktur Keuangan Bank DKI pernah mengatakan, berdasarkan laporan keuangan yang belum di audit, pertumbuhan laba sudah sesuai target. Adapun pertumbuhan laba per November sebesar 10,99% yoy.”Pertumbuhan laba ini ditopang dari membaiknya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dampak dari membaiknya kualitas kredit bank,” ujarnya.

Di tahun 2018 ini laba pun diharapkan akan sesuai target dengan didorong oleh pendapatan bunga bersih seiring melebarnya eskpansi kredit.

BERITA TERKAIT

LPS Minta Bank Edukasi Nasabah - Tingkatkan Kepercayaan Terhadap Bank

      NERACA   Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengimbau perbankan melakukan edukasi kepada nasabah terkait adanya fasilitas…

Deposito Tumbuh Melambat, Bagaimana Likuiditas Bank?

  Oleh: Rezkiana Nisaputra Pertumbuhan simpanan berjangka atau deposito tengah mengalami perlambatan. Bank Indonesia (BI) mencatat, pada Februari 2018 deposito tumbuh melambat…

KINERJA BANK BJB TRIWULAN 1

Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan (tengah) bersama (dari kiri) Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Agus Mulyana, Direktur Konsumer dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…